RADIO HARMONI FM

  • REQUEST ONLINE

    Request pujian atau mengirimkan salam melalui Yahoo

  • DOWNLOAD APLIKASI

  • Streaming didukung oleh:



  • Kategori

  • Shoutbox


    Loading

    WP Shoutbox
    Name
    Website
    Message
    Smile
    :mrgreen::neutral::twisted::arrow::shock::smile::???::cool::evil::grin::idea::oops::razz::roll::wink::cry::eek::lol::mad::sad:8-)8-O:-(:-):-?:-D:-P:-o:-x:-|;-)8)8O:(:):?:D:P:o:x:|;):!::?:
  • FACEBOOK

  • TERBARU

DIIT PADA PENDERITA CVA (STROKE)

Posted by Admin On November - 7 - 2010
Sudah dibaca :31545

DIIT PADA PENDERITA CVA

(Disampaikan dalam talk show Radio Harmoni oleh Intan Kusumadiani, AmG dari RSK Budi Rahayu Blitar, 4 Nopember 2010)

Stroke merupakan pembunuh no 3 di Indonesia dan jika dulu stroke hanya menyerang kaum lanjut usia maka seiring dengan berjalannya waktu, kini ada kecenderungan bahwa stroke mengancam usia produktif bahkan dibawah usia 45 tahun. Penyakit stroke pun ternyata bisa menyerang siapa saja tanpa memandang jabatan ataupun tingkatan sosial ekonomi.

Dan kasus stroke maningkat di negara maju seperti di Amerika dimana kegemukan dan junk food telah mewabah. Dan bagaimana dengan di Indonesia ? Ternyata angka kejadian stroke juga meningkat, kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih produktif dan hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktivitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa peningkatan jumlah penderita stroke di Indonesia juga identik dengan wabah kegemukan akibat pola makan yang salah

Pola makan kita yang banya mengandung lemak atau kolesterol dan kurang serat sehingga meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan pada akhirnya menjadi pencetus timbulnya serangan stroke/CVA. Dan saya yakin pasti Sobat Harmoni pola makannya sudah sesuai dengan PUGS (Pedoman Umum Gizi Seimbang)

Stroke atau CVA (Cerebrovascular Accident) atau penyakit peredaran darah otak adalah kerusakan pada bagian otak yang terjadi bila pembuluh darah yang membawa oksigen dan zat-zat gizi ke bagian otak tersumbat atau pecah

Penyebabnya bisa karena emboli, trombosis atau hemmorage (perdarahan berat) di dalam otak atau subaraknoid (terletak diantara aknoid dan piamater).

Trombosis adalah formasi thrombus, substansi semacam bekuan darah di dalam pembuluh darah. Stroke terjadi saat thrombus menutup pembuluh darah, menghentikan aliran darah ke jaringan otak yang disediakan oleh pembuluh dan menyebabkan kongesti dan radang. Trombosis adalah penyebab utama stroke pada usia setengah baya atau tua (kelompok ini biasanya memiliki pengapuran arteri, diabetes dan tekanan darah tinggi). Resiko adanya trombosis ini muncul bersamaan dengan kegemukan, merokok dan kontrasepsi oral.

Embolisme merupakan penyebab stroke paling umum yang kedua, adalah penghambatan pembuluh darah oleh sebuah embolus (darah beku berbentuk pecahan) dari tumor, substansi lemak, bakteria atau udara. Embolisme dapat terjadi pada segala usia terutama diantara orang-orang yang pernah mengalami pembedahan jantung terbuka atau yang memiliki riwayat penyakit rematik jantung, endokarditis (radang bagian dalam jantung), penyakit katup jantung tipe tertentu atau detak jantung yang tidak normal tipe tertentu. Embolisme biasanya berkembang dengan cepat dalam 10 hingga 20 detik dan tanpa tanda-tanda peringatan.

Hemmorage (perdarahan berat) adalah penyakit stroke ketiga yang terjadi tiba-tiba pada segala usia yang diakibatkan oleh tekanan darah tinggi kronis atau aneurisme yang menyebabkan pecahnya arteri otak secara tiba-tiba. Kerusakan ini menghentikan penyediaan darah pada bagian yang selama ini dilayani oleh arteri tersebut. Darah berkumpul dalam otak sehingga menekan jaringan otak dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah

Memang sebagian besar stroke datang secara mendadak, sangat cepat dan menyebabkan kerusakan otak (completed stroke). Kemudian stroke menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1 – 2 hari akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati. Perkembangan penyakit biasanya (tetapi tidak selalu) diselingi dengan periode stabil, dimana perluasan jaringan yang mati berhenti sementara atau terjadi beberapa perbaikan. Gejala stroke yang muncul pun tergantung dari bagian otak yang terkena.

Membaca isyarat stroke dapat dilakukan dengan mengamati beberapa gejala stroke berikut:

  1. Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh.
  2. Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran.
  3. Penglihatan ganda.
  4. Pusing.
  5. Bicara tidak jelas (rero).
  6. Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat.
  7. Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh.
  8. Pergerakan yang tidak biasa.
  9. Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih.
  10. Ketidakseimbangan dan terjatuh.
  11. Pingsan.

Penderita kadang mengalami juga gejala peringatana sebelum stroke yaitu mengantuk, pusing, sakit kepala, dan kebingungan

Pencetus penyakit stroke atau biasa kita sebut faktor resiko timbulnya stroke yaitu hipertensi, penyakit jantung, Diabetes Mellitus,  Hiperlipidemia (tingginya kadar lemak dalam darah). Keadaan yang dapat menyebabkan stroke adalah usia lanjut, obesitas, merokok, suku bangsa, jenis kelamin, dan kurangnya olahraga.

Usia memang merupakan faktor resiko stroke, semakin tua maka resiko terkena stroke semakin besar, namun sekarang kaum usia produktif  perlu waspada terhadap ancaman stroke. Stroke dapat menyerang terutama poada mereka yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak. Generasi muda seringkali menerapkan makan yang tidak sehat dengan serringnya mengkonsumsi makanan siap saji yang sarat dengan lemak dan kolesterol tapi rendah serat. Oleh karena itu kita harus bisa menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

Ketika stroke terjadi, seringkali sel-sel otak tidak langsung mati. Pengobatan stroke ditujukan untuk mencegah matinya sel-sel otak yang sedang ”sekarat ” ini. Caranya :

- Diberikan obat-obatan guna memulihkan aliran darah ke otak (misalnya obat pemecah bekuan darah)

- Dilakukan operasi guna menyingkirkan bekuan darah yang terbentuk akibat pecahnya pembuluh darah.

Stroke meninggalkan kerusakan yang parah. Sel-sel otak yang terserang stroke kadang-kadang sulit pulih kembali dan harus dibantu lewat program/rehabilitasi.

Contoh program rehabilitasi yaitu seperti rehabilitasi bahasa, bicara, dan rehabilitasi fungsi menelan. Akibat dari stroke ini salah satunya dapat mempengaruhi kemampuan penderita dalam menelan makanan yang pada akhirnya berakibat penurunan status gizi, oleh karena itu dibutuhkan diit khusus bagi penderita stroke.

Berdasarkan Buku Penuntun Diit Edisi Baru  diit yang diberikan pada penderita stroke adalah Diit Stroke. Diet Stroke bertujuan :

1.      Memberikan makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien dengan memperhatikan keadaan dan komplikasi penyakit

2.      Memperbaiki keadaan stroke seperti disfagia, pneumonia, kelainan ginjal dan dekubitus

3.      Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit

Diit untuk penderita stroke biasa kita sebut dengan diit stroke ini berbeda dengan diit DM. Jadi bagi penderita stroke sebaiknya menghindari makanan yang berlemak dan berkadar natrium tinggi. Beberapa makanan yang tidak disarankan untuk dikonsumsi adalah :

- Semua makanan yang digoreng, semua daging yang berlemak (kambing, babi, ham, sosis, kullit ayam, lemak hewan)

- Jerohan, kepiting, cumi-cumi, udang dan kerang, ikan laut, ikan asin, ikan pindang, teri, udang kering, telur asin

- Roti, kue yang mengandung soda kue atau garam

- Margarine , mentega

- Garam dapur, vetsin, soda kue, kecap, maggi, petis, tauco, saus tomat

- Bahan makanan yang menimbulkan gas seperti ubi, kacang merah, sawi, lobak

- Buah-buahan yang masam atau bergas seperti nanas, kedondong, nangka dan durian

- Minuman yang mengandung alkohol, soda, kopi, teh kental

Natrium adalah sejenis mineral yang diperlukan oleh tubuh kita tetapi tubuh sering mendapatkannya lebih banyak dari yang dibutuhkan. Dan konsumsi natrium yang berlebih menyebabkan konsentrasi natrium didalam cairan ekstraseluler meningkat dan untuk menormalkannya cairan intraseluler ditarik keluar sehingga volume cairan ekstraseluler meningkat. Meningkatnya volume cairan ekstraseluler menyebabkan meningkatnya volume darah, sehingga berdampak timbulnya hipertensi. Karena itu disarankan mengurangi konsumsi garam natrium yaitu tidak lebih dari 6 gram per hari, atau setar dengan 1 sdt.

Perlu kita ketahui pada diit stroke ini ada tahapan pemberian makan yang dibagi menjadi 2 fase yaitu :

1.  Fase akut (24 – 48 jam)

Fase akut adalah keadaan tidak sadarkan diri atau kesadaran menurun. Pada fase ini diberikan makanan parenteral (nothing peroral/ NPO) dan dilanjutkan dengan makanan enteral (NASO GASTRIC TUBER/NGT). Pemberian makanan parenteral total perlu dimonitor dengan baik.

2.  Fase Pemulihan

Fase pemulihan adalah fase dimana pasien sudah sadar dan tidak mengalami gangguan fungsi menelan (disfagia). Makanan diberikan per oral secara bertahap dalam bentuk makanan cair, makanan saring, makanan lunak dan makanan biasa.

Jadi jika pasien tidak bisa menelan atau tidak sadarkan diri tetap diberikan makan  berupa makanan enteral (NGT) yaitu MLP (makanan lewat pipa).

Diit bagi penderita stroke ada 4 tahapan yaitu :

1. Diit Stroke I

Diit Stroke I diberikan kepada pasien dalam fase akut atau bila ada ganggguan fungsi menelan makanan diberikan dalam bentuk cair kental atau kombinasi cair jernih dan cair kental yang diberikan peroral atau NGT sesuai dengan keadaan penyakit. Makanan diberikan dalam porsi kecil tiap 2 -3 jam. Lama pemberian makanan disesuaikan dengan keadaan pasien. Bahan makanan yang dianjurkan :

Sumber karbohidrat          : maizena, tepung beras, tepung hunkwe dan sagu

Sumber protein hewani     : susu whole dan skim, telur ayam 3- 4 btr/minggu

Sumber protein nabati       : susu kedelai, sari kacang hijau dan susu tempe

Sumber lemak                   : sari buah yang dibuat dari jeruk, pepaya, tomat, sirsak dan apel

Minuman                           : teh encer, sirup, air gula, madu dan kaldu

2. Diit Stroke II

Diit Stroke II diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diit Stroke I atau kepada pasien pada fase pemulihan. Bentuk makanan merupakan kombinasi cair jernih, cair kental, dan saring.

3. Diit Stroke III dan IV

Diberikan sebagai makanan perpindahan dari diet Stroke II, dengan bentuk makanan disesuaikan dengan kondisi pasien dan penyakit penyertanya. Yaitu bubur atau nasi

Memang tidak ada yang mau kena stroke tetapi jika melihat akibat yang ditimbulkan ya bisa kita sebut silent killer yang diam-diam mematikan. Dan mulai sekarang berulang kali kami menganjurkan kepada seluruh Sobat Harmoni kita ubah pola makan kita yang mungkin sebelumnya suka asin atau makanan siap saji ke makanan yang sehat. Dan makanan yang sehat ini tidaklah mahal yang penting cukup kiandungan gizinya. Dan saya punya contoh menu sehari bagi penderita stroke yaitu :

Diet stroke III

Makan Pagi

Nasi Tim

Telur rebus

Cah Labu Siam

Pukul 10.00   Selada buah

Makan Siang

Nasi Tim/Bubur

Pepes Ikan

Tumis Tempe

Sayur Asem

Pepaya

Pukul 16.00  Roti Bakar isi Pisang

Makan Malam

Nasi Tim/ Bubur

Ayam Bumbu Bali

Gadon Tahu

Cah Kacang Panjang

Jeruk

PUSTAKA

Instalasi Gizi, Materi Penyuluhan Gizi Pastoral Care, RSK Budi Rahayu, 2006

Maria Dewi, Materi Seminar Intern CVA, RSK Budi Rahayu, 2006

Berbagai sumber di internet

Masukkan Email Anda:

One Response to “DIIT PADA PENDERITA CVA (STROKE)”

  1. ibune phanie says:

    semangat terus ya bu intan!!! juga mbak yuan!!!

    [Reply]

Leave a Reply

Yang menentukan di garis finish bukanlah langkah awal, tetapi langkah akhir