RADIO HARMONI FM

  • REQUEST ONLINE

    Request pujian atau mengirimkan salam melalui Yahoo

  • DOWNLOAD APLIKASI

  • Streaming didukung oleh:



  • Kategori

  • Shoutbox


    Loading

    WP Shoutbox
    Name
    Website
    Message
    Smile
    :mrgreen::neutral::twisted::arrow::shock::smile::???::cool::evil::grin::idea::oops::razz::roll::wink::cry::eek::lol::mad::sad:8-)8-O:-(:-):-?:-D:-P:-o:-x:-|;-)8)8O:(:):?:D:P:o:x:|;):!::?:
  • FACEBOOK

  • TERBARU

GIZI DAN TUMBUH KEMBANG ANAK (Materi Talkshow)

Posted by Admin On July - 26 - 2011
Sudah dibaca :9724

Gizi Untuk Anak

TEMA :  GIZI DAN TUMBUH KEMBANG ANAK

Disampaikan dalam Talk Show Kesehatan Radio Harmoni tanggal 12 Mei 2011 dengan Narasumber Maria Dewi, AmG dan Theresia Hartati, Amd Keb (ahi gizi dan bidan RSK Budi Rahayu Blitar)

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular,  berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat

Contohnya pada saat lahir berat putra atau putri kita 3000 gr atau 3 kg. Setelah berusia 1 tahun, ternyata berat badannya bertambah menjadi 10 kg.

Pertumbuhan dan Perkembangan itu berbeda, yang dimaksud dengan perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian.

Namun pertumbuhan ini terjadi simultan dengan perkembangan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya, misalnya perkembangan sistem neuromuskuler, kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi. Kesemua fungsi tersebut berperan penting dalam kehidupan manusia yang utuh.

 

Secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak yaitu :

  1. Faktor Genetik

Faktor genetik ini yang menentukan sifat bawaan anak tersebut. Kemampuan anak merupakan ciri-ciri yang khas yang diturunkan dari orang tuanya

  1. Faktor Lingkungan

Yang dimaksud lingkungan yaitu suasana dimana anak itu berada. Dalam hal ini lingkungan berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang sejak dalam kandungan sampai dewasa.

 

Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang secara umum dibagi menjadi 3 yaitu :

  1. Kebutuhan Fisik Biomedis (ASUH), meliputi : pangan/gizi, perawatan kesehatan dasar yaitu pemberian ASI, imunisasi, penimbangan yang teratur, pengobatan, kemudian pemukiman yang layak, kebersihan perseorangan, sanitasi lingkungan, pakaian, rekreasi dan kesegaran jasmani
  2. Kebutuhan Emosi/Kasih Sayang (ASIH),  yang dimaksud di sini adalah kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik, mental atau psikososial
  3. Kebutuhan akan Stimulasi Mental (ASAH), yang dimaksud disini adalah stimulasi mental mengembangan perkembangan kecerdasan, kemandirian, kreativitas, agama, kepribadian, moral etika, produktivitas dan sebagainya

Anak yang mendapatkan ASUH, ASIH dan ASAH yang memadai akan mengalami tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan potensi genetik yang dimilikinya

 

Kita dapat mengetahui pertumbuhan anak kita secara mudah dengan melihat pada KMS anak kita. Saya akan memberikan contoh tentang pertumbuhan anak yang normal yang bisa kita gunakan sebagai acuan deteksi dini pertumbuhan anak :

Untuk Berat Badan :

Saat lahir  2800 – 3500 gr

Saat usia 5 bulan berat badan bayi normal adalah 2 kali berat saat lahir

Saat usia 1 tahun, maka berat badan bayi adalah 3 kali berat lahir

Saat usia 2 tahun beratnya minimal 4 kali berat badan lahir

Untuk BALITA kurang lebih berat badannya bertambah 2 kg pertahun

 

Sedangkan untuk panjang badan/Tinggi Badan adalah sebagai berikut :

Saat Lahir : lebih kurang 50 cm

Saat usia 1 tahun adalah 1,5 kali panjang badan saat lahir

Saat usia 4 tahun, tinggi badannya adalah 2 kali panjang badan saat lahir

Saat usia 6 tahun adalah 1,5 kali tinggi badan saat berusia 1 tahun

 

Bila tidak ada penambahan berat badan atau berat badan bayi turun.., itu harus kita waspadai.., mungkin anak sedang sakit atau karena kekurangan gizi

Bila berat badan bayi tidak bertambah atau bahkan turun maka kemungkinan karena asupan nutrisinya tidak sesuai dengan kebutuhan bayi atau kurang yang dikarenakan banyak sebab.

Misalnya kondisi anak sedang sakit sehingga tidak mau makan, kemudian menu yang disajikan kurang bergizi atau jumlahnya tidak sesuai kebutuhan anak atau anak memang sulit makan.

Untuk mengatasinya kita lihat penyebabnya dahulu, bila anak sakit.., segeralah periksaan ke tempat pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan. Bila menu kita kurang bergizi, maka kita harus memperbaiki menu yang kita berikan kepada anak yakni dengan memberikan menu yang mengandung gizi seimbang. Jangan lupa peran serta orang tua dalam pertumbuhan anak sangatlah besar apalagi anak usia 1-3 tahun adalah konsumen pasif, artinya dia makan makanan yang disajikan oleh orang tua. Saat itulah saat yang tepat dalam menanamkan tentang makanan sehat dan bergizi kepada anak.

 

Makanan yang kita berikan kepada anak harus sesuai dengan usia anak, saat usia 0 -6 bulan, kita berikan ASI saja.

Setelah usia 6 bulan ASI tetap diberikan dan kita perkenalkan makanan pendamping ASI.

Makanan yang kita sajikan harus memenuhi unsur gizi seimbang, yakni mengandung sumber tenaga, sumber pembangun dan sumber pengatur.

Komposisinya pun harus seimbang antara sumber karbohidrat, lemak, protein, juga vitamin dan mineral. Selain itu jadwal makan anak harus teratur, jangan lupa berikan makanan selingan pada anak diantara jam makan utama

Sebagai orang tua usahakan selalu menciptakan suasana yang menyenangkan saat anak makan.

Bila anak kekurangan gizi maka hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan  anak.

 

 

 

Perkembangan anak:

 

  1. Perkembangan Motorik
    • Anak baru lahir : memiliki reflek mengembang bila telapak tangannya disentuh jari kita
    • 2-3 bulan : menggerakkan kepala ke kanan ke kiri, mengangkat kepala dan dada pada posisi tengkurap
    • 4 bulan : menggenggam benda dengan seluruh jari dan telapak tangan, mampu bermain-main dengan kedua tangannya
    • 5 bulan : mampu mengangkat kepala pada saat terlentang
    • 6 bulan : memegang ibu jari dan 2 jari lainnya
    • 7-9 bulan : mulai belajar merangkak
    • 8 bulan : mampu duduk sendiri kemudian mengambil posisi ongkong-ongkong dan bertahan sebentar, mampu menggenggam balok mainan dengan seluruh permukaan tangan
    • 9-10 bulan : mampu berdiri dan mulai melangkah (masih dibantu)
    • 12 bulan mampu berdiri dan berjalan sambil berpegangan dan mampu mengambil benda kecil dengan ujung ibu jari dan jari telunjuk
    • 12 -18 bulan : bisa berjalan sendiri , serta mampu melepaskan mainan dari tanggannya dengan baik
    • 18 bulan : mampu berlari tanpa jatuh, mampu menyusun tiga balok mainan
    • 24 bulan : mampu melompat dengan 2 kaki sekaligus, mampu membuka botol dengan memutar penutupnya

 

  1. Penglihatan dan pendengaran
  • Saat lahir sudah bisa melihat
  • Lebih dari 2 bulan pandanagan mata belum terarah dengan baik
  • 2-3 bulan bayi dapat mengikuti benda yang digerakkan di depan mata
  • 4 bulan : bayi mampu mengamati mainan dan mampu tersenyum pada ibu
  • 8 bulan bayi mampu memperlihatkan dan mencari mainan yang jatuh dan bermain cilukba
  • 12 bulan, dapat mengiktui perintah, bicara menggunakan konsonan misalnya b,d, k. Dapat menunjukkan roda mobil-mobilan dan mata boneka
  • 18 bulan bisa menunjukkan bagian tubuh bila ditanya dan menirukan ktara-ktara baru, mengucapkan 10 sampai 20 kata
  • Saat usia 2 tahun, sudah dapat mengikuti petunjuk sederhana, menyebutkan namanya sendiri

 

  1. Berbicara dan berbahasa
  • 1 bulan , kegiatan anak akibat suara
  • 3 bulan, melihat ke arah pembicara
  • 4 bulan , mampu mendengar suara kertas diremas dan bermain bibir sambil mengeluarkan air liur
  • 5 bulan, bereaksi ketika namanya dipanggil
  • 6-7 bulan , mulai mengenal dan bereaksi dengan kata-kata dada.. papa…., kemari nak dll
  • 8 bulan , mampu mengeluarkan suara mama, tata, dada dan sebagainya
  • 9 bulan , menghentikan kegiatan bila dilarang
  • 10 bulan, kata-kata mulai muncul
  • 11-12 bulan, bereaksi jika ditanya
  • 12 bulan , mampu mengucapkan satu kata atau lebih dan tahu artinya
  • 15 bulan , mengetahui dan mengenal nama-nama bagian tubuh, kata-kata benar terdengan diantara kata-kata yang kacau
  • 18 bulan, lebih banyak menggunakna kata-kata daripada gerakan untuk mengungkapkan keinginan dan mampu menyebutkan namanya bila ditanya.
  • Saat usia 2 tahun, anak mengetahui lebih banyak kalimat yang rumist, menyebut nama sendiri, mampu menjawab dengan kalimat dengan dua kata

 

 

Bila perkembangan anak tidak sesuai  dengan perkembangan normal, maka kita harus melihat apakah kita sudah memberikan stimulus atau rangsangan untuk perkembangannya, bila kita sudah memberikan stimulus namun tetap tidak ada perkebangan maka segeralah berkonsultasi di tempat pelayanan kesehatan terdekat atau kepada dokter

 

Stimulasi dini pada anak itu sangat penting, bahkan sejak dalam kandungan. Kemampuan tumbuh kembang anak perlu dirangsang oleh orang tua agar anak dapat tumbuh kembang secara optimal dan sesuai dengan usianya.

Stimulasi adalah perangsangan meliputi penglihatan, bicara pendengaran, dan perabaan yang datang dari lingkungan anak.

Anak yang mendapatkan stimulasi terarah akan lebih berkembang dibanding anak yang kurang bahkan tidak mendapat stimulasi.

 

Perhatian dan kasih sayang juga merupakan stimulasi yang diperlukan misalnya bercakap-cakap, membelai, mencium, bermain dan sebagainya.

Stimulasi lain misalnya dengan alat permainan yang edukatif, buku bacaan untuk anak, olah raga seperti melompat, main tali, melempar atau menangkap bola dan masih banyak lagi stimulasi atau rangsangan yang dapat kita berikan kepada anak

 

Makanan yang baik, pertumbuhan yang adekuat, kesehatan yang terpelihara adalah penting, tetapi perkembangan intelektual juga diperlukan. Bermain adalah sekolah yang berharga bagi anak sehingga perkembangan intelektualnya optimal

 

Contoh mainan apa yang tepat untuk tumbuh kembang anak..

Untuk fisik/motorik kasar : permainan sepeda roda 3, atau roda 2, mainan yang ditarik atau didorong

Untuk Motorik Halus : gunting, pensil, bola, balok, lilin

Untuk Kecerdasan : buku bergambar, buku cerita, puzzle, boneka, pendil wana, radio

Untuk Bahasa : buku bergambar, buku cerita, majalah , radio, tape, televisi

Tingkah laku sosial : kotak pasir, tali, bola

Kemandirian/menolong diri sendiri : gelas, piring plastik, baju, kaus kaki

 

Bagi pendengar yang masih memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin berkonsultasi untuk konsultasi  gizi silakan datang ke Poli Gizi Rumah Sakit Katolik Budi Rahayu Blitar, sedangkan konsultasi kesehatan ibu dan anak silahkan datang ke KIA RSK Budi Rahayu Blitar  yang beralamatkan di Jl A Yani no 18 Blitar  atau silahkan kunjungi web kami di www.budirahayu.com

 

Pustaka

Buku Pedoman Praktikum Ilmu Gizi Daur Kehidupan Politeknik Kesehatan Malang Jurusan Gizi,

Depkes RI, Pedoman Umum Gizi Seimbang, 2003

Materi Penyuluhan Gizi Massal RSK Budi Rahayu Blitar

Materi Seminar Sehari Aspek Gizi pada Kehamilan dan Tumbuh Kembang Anak tanggal 13 Desember 2003

Mary Courtney Moore, Terapi Diet dan Nutrisi, Hipokrates, 1997

Berbagai sumber di internet

Masukkan Email Anda:

Leave a Reply

Integritas adalah menyatakan kebenaran pada diri sendiri. Dan kejujuran adalah menaytakan kebenaran kepada orang lain - Spencer Johnson-