RADIO HARMONI FM

  • REQUEST ONLINE

    Request pujian atau mengirimkan salam melalui Yahoo

  • DOWNLOAD APLIKASI

  • Streaming didukung oleh:



  • Kategori

  • Shoutbox


    Loading

    WP Shoutbox
    Name
    Website
    Message
    Smile
    :mrgreen::neutral::twisted::arrow::shock::smile::???::cool::evil::grin::idea::oops::razz::roll::wink::cry::eek::lol::mad::sad:8-)8-O:-(:-):-?:-D:-P:-o:-x:-|;-)8)8O:(:):?:D:P:o:x:|;):!::?:
  • FACEBOOK

  • TERBARU

GIZI TEPAT UNTUK LANSIA

Posted by Admin On September - 2 - 2010
Sudah dibaca :81782

TEMA       : GIZI TEPAT UNTUK LANSIA

Penyiar :

Hari ini kita akan membahas tentang Gizi Tepat untuk Lansia  ya Bu….

Ahli Gizi :

Ya… benar, Lansia atau Lanjut Usia akan dialami oleh semua orang yang dikarunia usia panjang tentunya kalau Tuhan menghendaki, karena kita tidak tahu berapa usia kita…..

Penyiar :

Betul..,meski bukan cita-cita tetapi semua orang yang berumur panjang akan mengalami masa lansia dan tidak dapat menolaknya. Sebenarnya penuaan itu terjadinya bagaimana ya  ?

Ahli Gizi :

Penuaan adalah proses yang alami dan spontan, dimana terjadi penurunan faali tubuh atau organ tubuh yang berjalan perlahan namun berangsur dan pasti. Tanda yang mudah kita lihat adalah kulit yang tadinya halus mulus berangsur-angsur akan berubah menjadi keriput, rambut yang tadinya hitam mulai berubah menjadi putih, gigi yang tadinya lengkap kemudian menjadi ompong dan sebagainya

Penyiar :

Ya, mungkin bagi kita yang masih muda tidak pernah membayangkan bagaimana bila memasuki masa lanjut usia nanti, bahkan ada yang takut menjadi tua dan maunya sih ….muda terus, namun itu  jelas tidak mungkin. Tapi saya pernah menemui orang masih muda tapi rambutnya sudah ubanan semua dan giginya ompong  apa itu termasuk lansia ya?

Ahli Gizi :

Ya, memang rambut beruban, gigi ompong merupakan salah satu tanda penuaan, namun belum tentu orang yang beruban dan ompong itu adalah lansia. Yang dimaksud dengan lansia adalah orang yang berusia 60 tahun keatas. Menurut Depkes, penggolongan lansia dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :

  1. Kelompok Lansia Dini (55-64 tahun), ini merupakan kelompok yang baru memasuki lansia
  2. Kelompok Lansia (65 tahun ke atas)
  3. Kelompok Lansia Resiko Tinggi, yaitu lansia yang berusai lebih dari 70 tahun

Pada Lansia akan mengalami perubahan biologis, kemunduran biologis dan kemunduran kemampuan kognitif

Penyiar :

Oh berarti kalau umur 40 tahun sudah memutih rambutnya dan ompong giginya berarti belum dikatakan lansia ya. Ibu tadi menyebutkan perubahan biologis….. yang dimaksud itu apa ya ?

Ahli Gizi :

Pada masa lansia, terjadi perubahan biologis yaitu :

1.   Perubahan Hormon

Yang dimaksud adalah perubahan hormon dimana produksi estrogen dan progesteron menurun sehingga mengakibatkan :

-          Kemampuan reproduksi pada wanita menurun dan akhirnya tidak ada (menopouse)

-          Indung telur mengalami atrofi

-          Hormon tidak seimbang

-          Proses metabolisme tubuh terganggu

-          Perubahan psikis dan fisik

  1. Perubahan Jaringan Tulang

Dimana lansia mengalami osteoporosis, diperkirakan karena Ca (Kalsium) kurang.

  1. Perubahan Proporsi Jaringan Lemak, dimana pada lansia jaringan lemak lebih banyak daripada jaringan otot sehingga cenderung mengalami kegemukan
  2. Perubahan  Susunan Syaraf dan Penurunan Panca Indera, misalnya pendengaran dan penglihatan berkurang.
  3. Penurunan Elastisitas Kulit dimana kulit menjadi keriput
  4. Perubahan Pembuluh Darah yakni elastisitas menurun dan terjadi penebalan dinding yang mengakibatkan lansia mudah menderita hipertensi
  5. Perubahan Fungsi Gastrointestinal yang mempengaruhi proses penyerapan dan pencernaan. Contohnya adalah kehilangan kemampuan mendeteksi rasa, gangguan menelan, konstipasi atau sembelit (susah buang air besar) dll

Penyiar :

Oh ya.. itu tadi tentang perubahan biologis yang dialami oleh lansia, kalau kemunduran biologis dan kognitif yang Ibu sebutkan tadi kira-kira apa saja  ?

Ahli Gizi :

Kemunduran biologis ini nampak sebagai gejala fisik antara lain :

  1. Kulit mengendur
  2. Wajah mulai keriput
  3. Rambut mulai beruban
  4. Gigi mulai ompong
  5. Penglihatan dan pendengaran menurun
  6. Cepat dan mudah lelah
  7. Gerakan lamban dan kelincahan berkurang
  8. Tubuh tidak ramping lagi karena terjadi timbunan lemak, biasanya di bagian perut dan pinggul

Sedangkan kemunduran kemampuan kognitif biasanya dirasakan oleh orang yang bersangkutan maupun orang yang berhubungan dengannya. Pada beberapa lansia terkadang penampilan secara fisik belum terlalu tua, misalnya rambut masih hitam, gigi belum ompong, kulit agak kencang namun terjadi kemunduran kemampuan kognitif seperti :

  1. Ingatan kurang berfungsi dengan baik, pelupa
  2. Tidak mudah menerima ide-ide baru
  3. Orientasi umum dengan persepsi terhadap waktu dan tempat berkurang atau  pelupa

Penyiar :

Oh begitu.., lantas kalau lansia sudah mengalami perubahan dan kemunduran, bagaimana dengan kebutuhan gizinya ?

Ahli Gizi :

Secara umum, kebutuhan gizi para lansia sedikit lebih rendah dibandingkan kebutuhan gizi di usia dewasa. Kondisi ini merupakan konsekuensi terjadinya penurunan tingkat aktivitas dan metabolisme basal tubuh para lansia/proses dalam tubuh lansia.

Namun kebutuhan unsur gizi tertentu pada lansia mengalami peningkatan, hal ini disebabkan oleh terjadinya proses degradasi (perusakan) yang berlangsung sangat cepat. Misalnya sebagian besar lansia wanita membutuhkan asupan mineral kalsium sedikit lebih tinggi. Tujuannya untuk memperlambat proses kerusakan tulang. Di lain pihak, kebutuhan kalori justru mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya usia. Penurunan ini berhubungan dengan rendahnya aktivitas fisik dan metabolisme basal tubuh (Metabolisme : proses kimiawi dalam tubuh untuk melaksanakan berbagai fungsi pentingnya). Sehingga jika bertambahnya usia tidak diimbangi dengan penurunan asupan kalori maka terjadinya obesitas atau kegemukan, kemungkinan besar tidak dapat dihindari.

Penyiar :

Kalau begitu kebutuhan gizi seluruh lansia itu sama ya Bu…

Ahli Gizi :

Secara prinsip kebutuhan gizi setiap individu berbeda-beda. Hal ini tergantung pada kondisi kesehatan, berat badan aktual, dan tinggi rendahnya tingkat aktivitas fisik seseorang. Di samping itu, angka kecukupan gizi untuk pria dan wanita sedikit berbeda karena adanya perbedaan dalam ukuran dan komposisi tubuh.

Beberapa sumber yang saya baca menyebutkan faktor-faktor yang terkait dengan kebutuhan gizi lansia yaitu :

  1. Aktivitas Fisik

Pada umumnya, para lansia akan mengalami penurunan aktivitas fisik. Salah satu faktor penyebabnya adalah pertambahan usia yang dapat menyebabkan terjadinya kemunduran biologis. Kondisi ini setidaknya akan membatasi aktivitas yang menuntut ketangkasan fisik. Penurunan aktivitas fisik pada lansia harus diimbangi dengan penurunan asupan kalori, hal tersebut dilakukan untuk mencegah timbulnya penyakit degeneratif.

  1. Kemunduran Biologis

Seperti yang sudah saya uraikan tadi bahwa memasuki usia senja, sesorang akan mengalami beberapa perubahan, baik secara fisik maupun biologis, misalnya tanggalnya gigi, kulit keriput, penglihatan berkurang, keropos tulang, rambut beruban, pikun, depresi, sensitivitas indera berkurang, metabolisme basal tubuh berkurang, dan kurang lancarnya proses pencernaan. Oleh karena itu asupan gizi untuk lansia harus disesuaikan dengan perubahan kemampuan organ-organ tubuh lansia sehingga dapat mencapai kecukupan gizi lansia yang optimal.

  1. Pengobatan

Bertambahnya usia identik dengan ketergantungan obat. Pada dasarnya, pengobatan dapat memperbaiki kondisi kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup, tetapi di lain pihak pengobatan pun dapat mempengaruhi asupan kebutuhan gizi lansia, efek ini timbul karena obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi proses penyerapan zat gizi. Oleh karena itu bagi lansia yang harus menggunakan beberapa jenis obat dianjurkan untuk selalu mengkonsultasikan kepada dokter mengenai kemungkinan terjadinya efek samping obat yang sedang dan akan digunakan selain itu pasien juga dianjurkan untuk meminta saran dari dokter atau ahli gizi tentang pilihan makanan yang sebaiknya dikonsumsi.

  1. Depresi dan Kondisi Mental

Depresi hampir dialami 12 – 14% populasi lansia. Perubahan lingkungan sosial, kondisi yang terisolasi, kesepian, dan berkurangnya aktivitas menjadikan para lansia mengalami rasa frustasi dan kurang bersemangat. Akibatnya, selera makan terganggu sehingga secara tidak langsung dapat memicu terjadinya status gizi buruk.

  1. Penyakit

Meningkatnya usia menyebabkan seseorang menjadi rentan terserang penyakit. Penyakit-penyakit tertentu sering menyebabkan keadaan gizi buruk misalnya penderita diabetes mellitus umumnya mempunyai berat badan dibawah normal, hal tersebut disebabkan karena karena defisiensi insulin kondisi ini akan menyebabkan sedikitnya glukosa yang dapat diserap tubuh untuk diubah menjadi glukogen (energi), dengan demikian untuk memenuhi kebutuhan energi, tubuh akan merombak lemak (lipolisis) dan protein (proteolisis) untuk dijadikan sumber energi. Jika kondisi ini terjadi secara terus menerus akan menyebabkan cadangan lemak dan protein di dalam tubuh berkurang. Akibatnya berat badan akan menurun.

Penyiar :

Ternyata banyak faktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi lansia ya.., kadang kita yang mempunyai orang tua yang lansia kurang memperhatikan. Jadi .. bagaimana mengatur makanan pada lansia Bu, agar tidak terjadi kekurangan gizi atau bahkan kelebihan gizi ?

Ahli Gizi :

Cara mengatur makanan bagi lansia adalah :

  1. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip kebutuhan gizinya yaitu kebutuhan energi memang lebih rendah dari pada usia dewasa muda (turun sekitar 5-10%), kebutuhan protein sebesar 1 gr/kg BB, kebutuhan lemak berkurang, kebutuhan karbohidrat cukup (sekitar 50%), kebutuhan vitamin dan mineral sama dengan usia dewasa muda. Atau dengan cara praktis melihat di DKGA (Daftar Kecukupan Gizi yang Dianjurkan)
  2. Menu yang disajikan untuk lansia harus mengandung gizi yang seimbang yakni mengandung sumber zat energi, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur. Dalam hal ini kita bisa mengacu pada makanan empat sehat lima sempurna.
  3. Karena lansia mengalami kemunduran dan keterbatasan maka konsistensi dan tekstur atau bentuk makanan harus disesuaikan. Sebagai contoh : gangguan pada gigi (gigi tanggal/ompong), maka bentuk makanannya harus lunak, misal nasi ditim, lauk pauk dicincang (ayam disuwir, daging sapi dicincang/digiling)
  4. Makanan yang kurang baik bagi lansia adalah makanan berlemak tinggi seperti  seperti jerohan (usus, hati, ampela, otal dll), lemak hewan, kulit hewan (misal kulit ayam, kulit sapi, kulit babi dll), goreng-gorengan, santan kental. Karena seperti prinsip yang disebutkan tadi bahwa kebutuhan lemak lansia berkurang dan pada lansia mengalami perubahan proporsi jaringan lemak.  Hal ini bukan berarti lansia tidak boleh mengkonsumsi lemak. Lansia harus mengkonsumsi lemak namun dengan catatan sesuai dengan kebutuhannya. Sebagai contoh misalnya bila menu hari ini lauknya sudah digoreng, maka sayurannya lebih baik sayur yang tidak bersantan seperti sayur bening, sayur asam atau tumis. Bila hari ini sayurnya bersantan maka lauknya dipanggang, dikukus, dibakar atau ditim.
  5. Lansia harus diberi pengertian untuk mengurangi atau kalau bisa menghindari makanan yang mengandung garam natrium yang tinggi. Contoh bahan makanan yang mengandung garam natrium yang tinggi adalah garam dapur, vetsin, daging kambing, jerohan, atau makanan yang banyak mengandung garam dapur misalnya ikan asin, telur asin, ikan pindang. Mengapa lansia harus menghindari makanan yang mengandung garam natrium yang tinggi ? Hal ini dikarenakan pada lansia mudah mengalami hipertensi. Hal ini, seperti yang dijelaskan tadi bahwa elastisitas pembuluh darah telah menurun dan terjadi penebalan di dinding pembuluh darah yang mengakibatkan mudahnya terkena hipertensi. Selain itu indera pengecapan pada lansia mulai berkurang, terutama untuk rasa asin, sehingga rasa asin yang cukup-pun terasa masih kurang bagi mereka, lalu makanan ditambah garam yang banyak, hal ini akan meningkatkan tekanan darah pada lansia.  Jadi kita memang perlu sampaikan kepada lansia bahwa panduan rasa asinnya tidak bisa lagi dipakai sebagai ukuran, karena bila dengan panduan asin dari lansia, untuk kita yang belum lansia akan terasa asin sekali.
  6. Lansia harus memperbanyak makan buah dan sayuran, karena sayur dan buah banyak mengandung vitamin, mineral dan serat. Lansia sering mengeluhkan tentang konstipasi/susah buang air besar, nah dengan mengkonsumsi sayur dan buah yang kaya akan serat maka akan melancarkan buang air besar. Untuk buah, utamakan buah yang bisa dimakan dengan kulitnya karena seratnya lebih banyak. Dengan mengkonsumsi sayuran dan buah sebenarnya lansia tidak perlu lagi mengkonsumsi suplemen makanan.
  7. Selain konsumsi sayur dan buah, Lansia harus banyak minun air putih. Kebutuhan air yakni 1500 – 2000 ml atau 6 -8 gelas perhari. Air ini sangat besar artinya karena air menjalankan fungsi tubuh, mencegah timbulnya penyakit di saluran kemih seperti kencing batu, batu ginjal dan lain-lain. Air juga sebagi pelumas bagi fungsi tulang dan engselnya, jadi bila tubuh kekurangan cairan maka fungsi, daya tahan dan kelenturan tulang juga berkurang. Air juga berguna untuk mencegah sembelit, karena untuk penyerapan makanan dalam usus memerlukan air.

Sekedar mengingatkan bahwa biasanya orang Jawa ini identik dengan minuman ”NASGITEL”, yakni Panas, Legi, Kentel atau dalam bahasa Indonesia adalah Panas, Manis dan Kental, seperti kopi kental. Nah untuk minuman ini harus dikurangi. Jika sebelum lansia biasa minum kopi 2-3 kali maka setelah masuk masa lansia cukup sekali saja. Apalagi bagi lansia yang menderita diabetes dan obesitas lebih baik menghindari minuman yang manis atau yang menggunakan gula pasir. Air putih memang lebih baik daripada kopi, teh kental, soft drink, minuman beralkohol, es maupun sirup.

  1. Daya tampung makanan lansia sudah terbatas, sehingga porsi makan pun tak bisa sama dengan seperti sebelum lansia (misal usia 50 tahun kebawah). Jika lansia memerlukan makanan yang banyak oleh karena penyakitnya misal lansia menderita TBC Paru, maka tidak perlu berpegang pada konsep tiga kali makan dalam sehari, namun makan porsi kecil namun sering misalnya 4 -5 kali dalam sehari atau 3 kali makan utama, 2 sampai 3 kali selingan.

Penyiar :

Berarti kalau bisa disingkat… lansia harus makan makanan yang bergizi seimbang, menghindari makanan yang berlemak, menghindari makanan yang mengandung garam yang tinggi atau asin, menghindari minuman beralkohol, banyak makan sayur dan buah serta minum air putih. Selain itu bentuk makanannya lunak dan dalam porsi kecil namun sering, begitu ya Bu?

Ahli Gizi :

Tepat sekali…

Penyiar :

Kira-kira gambaran menunya seperti apa Bu, supaya Sobat Harmoni lebih jelas dan gamblang…sehingga kalau mau mempraktekkannya di rumah tidak mengalami kesulitan..

Ahli Gizi :

Contoh Menu Lansia Dalam 1 Hari

Waktu Makan Pria (2200 kal) Wanita (1850 kal)
Pagi 1 ½ gls nasi/ pengganti

1 butir telur (Telur Mata Sapi)

100 gr sayuran (Cah Kangkung)

1 gls susu skim

1 gls nasi/ pengganti

1 btr telur

100 gr sayuran

1 gls susu skim

Pukul 10.00 Snack/buah (Nagasari) Snack/buah
Siang 1 ½ gls nasi

50 gr daging/ikan/unggas (Pepes Ikan)

25 gr tempe/kacang-kacangan (Tempe bb Tomat)

150 gr sayuran (Sayur Asem)

1 ptg buah (Semangka)

1  gls nasi

50 gr daging/ikan/unggas

25 gr tempe/kacang-kacangan

150 gr sayuran

1 ptg buah

Pukul 17.00 Snack/ buah (Bubur Kacang Hijau) Snack/ buah
Malam 1 ½ gls nasi

50 gr daging/ikan/unggas (Basho Daging)

50 gr tahu (Hot Tahu)

150 gr sayuran (Sup Sayur)

1 ptg buah (Pisang)

1  gls nasi

50 gr daging/ikan/unggas

50 gr tahu

150 gr sayuran

1 ptg buah

Bagaimana, sudah jelas dan mudah bukan dalam menyusun menu Lansia?

Penyiar :

Ya saya sudah jelas dan saya berharap Sobat Harmoni pun demikian. Oh ya .. masih ada hal lain yang perlu diperhatikan tidak pada lansia selain makanan untuk menunjang kesehatan?

Ahli Gizi :

Ya.., bagi para lansia memang mengalami banyak kemunduran namun…. tidak perlu berkecil hati, harus selalu optimis, ceria dan berusaha agar selalu tetap sehat di usia lanjut dengan menjaga kesehatan. Ada satu pepatah Mbak Yuan..

Penyiar :

Apa itu Bu ?

Ahli Gizi :

Kesehatan tidak berarti segala-galanya, tetapi tanpa kesehatan segalanya tidak berarti, maksudnya orang yang sehat belum tentu hidupnya makmur, kaya raya, segala keinginannya dapat terpenuhi, namun orang sehat bisa saja adalah orang yang sederhana atau biasa saja. Akan tetapi kesehatan itu adalah milik kita yang paling berharga, karena bila kita sakit kita tidak dapat berbuat apa-apa dan tidak bisa menikmati dengan baik apa yang kita miliki. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga, merawat, memelihara dan menyayangi kesehatan.

Penyiar :

Betul sekali Bu…

Ahli Gizi :

Nah selain dari makanan untuk menjaga kesehatan, lansia perlu :

  1. Olah raga yang teratur dan sesuai

Olah raga usia lanjut tidak perlu berlebihan, patokan olah raga lansia yaitu beban ringan atau sedang, waktu relatif lama, bersifat aerobik dan atau kalistenik, tidak kompetitif atau bertanding. Beberapa contoh olah raga yang sesuai dengan batasan tadi adalah jalan kaki, dengan segala bentuk permainan yang ada unsur jalan kaki misalnya golf, lintas alam, mendaki bukut, senam dengan faktor kesulitan kecil dan olah raga yang bersifat rekreatif dapat diberikan.

  1. Istirahat, tidur yang cukup

Tidur ini bermanfaat untuk menyimpan energi, meningkatkan immunitas atau kekebalan tubuh, mempercepat proses penyembuhan penyakit, juga pada saat tidur tubuh memperbaiki jaringan tubuh yang mengalami kerusakan. Oleh karena itu orang pada umumnya akan merasa segar setelah istirahat.

  1. Menjaga kebersihan

Lansia harus menjaga kebersihan tubuh, kebersihan lingkungan, kebersihan ruangan dan juga pakaian dimana dia tinggal. Yang termasuk kebersihan tubuh  adalah mandi dua kali sehari, mencuci tangan sebelum makan atau sesudah mengerjakan sesuatu, sikat gigi setelah selesai makan, membersihkan kuku dan lubang-lubang (hidung, telinga, pusar, anus dan organ intim), memakai alas kaki jika keluar rumah dan menggunakan pakaian yang bersih.

Sedangkan kebersihan lingkungan yakni di halaman rumah, jauh dari sampah dan genangan air. Di dalam ruangan atau rumah bersih dari debu dan kotoran setiap hari, tutupi selalu makanan di meja makan. Pakaian, sprei, gorden, karpet, seisi rumah termasuk kamar mandi dan WC harus dibersihkan secara periodik. Tentu saja hal ini memerlukan bantuan dari keluarga atau orang yang tinggal bersama Lansia

  1. Memeriksakan kesehatan secara teratur

Pemeriksaan kesehatan berkala dan konsultasi kesehatan merupakan kunci keberhasilan dari upaya pemeliharaan kesehatan lansia. Walaupun tidak sedang sakit, lansia dianjurakan untuk memeriksakan kesehatannya secara berkala, agar bila ada penyakit dapat diketahui lebih dini sehingga pengobatannya lebih mudah dan cepat dan jika ada faktor beresiko yang menyebabkan penyakit dapat dicegah.

  1. Mental dan batin tenang dan seimbang

Yakni dengan lebih dekat kepada Tuhan, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, hal ini akan membuat lebih tenang. Lalu hindari stress, hidup yang penuh dengan tekanan yang akan merusak kesehatan. Stress juga dapat menyebabkan stroke, penyakit jantung dan sebagainya. Lalu tersenyum dan tertawa….tapi bukan senyum dan ketawa sendiri lho… Senyum dan ketawa akan membuat penampilan lebih menarik dan disukai semua orang. Tertawa membantu memandang hidup dengan positif dan juga terbukti memiliki kemampuan untuk menyembuhkan…ingat lagu”Hati yang Gembira adalah Obat..”? Tertawa juga ampuh untuk mengendalikan emosi kita yang tinggi dan untuk melemaskan otak kita dari kelelahan. Tertawa dan senyum itu murah tidak perlu membayar namun menjadikan hidup ceria, bahagia dan sehat

  1. Rekreasi

Rekreasi untu menghilangkan kelelahan setelah beraktifitas selama seminggu, bisa di pantai, di taman, atau bersantai bersama keluarga, anak dan cucu, atau teman dan tetangga.

  1. Yang terakhir pertahankan hubungan yang baik dengan keluarga dan teman-teman, karena hidup sehat itu bukan hanya sehat jasmani dan rohani tetapi juga sehat sosial.

Penyiar :

Aduh terimakasih Bu, senang sekali hari ini telah bertambah pengetahuan kita  tentang gizi tepat pada lansia serta hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan

Ahli gizi :

Saya pun senang dapat membagikan pengetahuan kepada kita semua, dan saya berharap Sobat Harmoni pun memperoleh manfaatnya……………

Penyiar :

Nah kalau mungkin ada Sobat Harmoni yang belum jelas tentang tema hari ini atau mau konsultasi langsung harus kemana Bu ?

Ahli Gizi :

Yah..bagi pendengar yang masih memerlukan informasi lebih lanjut, silakan datang ke Poli Gizi Rumah Sakit Katolik Budi Rahayu Blitar jl. Ahmad Yani no 18 Blitar untuk berkonsultasi pada jam dinas yakni  08.00 – 16.00 WIB. Ahli gizi siap membantu anda..

PUSTAKA

Bagian Gizi Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia,     Penuntun Diit, Jakarta, PT Gramedia, 1997

Materi Penyuluhan Gizi Massal (Pastoral Care) Instalasi Gizi Rumah Sakit Katolik Budi Rahayu Blitar tahun 2007

Masukkan Email Anda:

4 Responses to “GIZI TEPAT UNTUK LANSIA”

  1. simahate says:

    mengapa pada lansia sangat di pengaruhi oleh pakto2 umur,jenis kelamin.aktivitas,postur tubuh,perkerjaan,iklim,kondisi fisik,dan lingkungan buk’?

    [Reply]

  2. halimah says:

    bagus nih artikelnya, semoga bermanfaat. salam

    [Reply]

  3. Ambulanssari says:

    kerenn,,,sangat bermanfaat untuk pembelajaran ilmu gizi

    [Reply]

  4. maria dewi (ahli gizi RSK Budi Rahayu) says:

    kondisi tubuh baik lansia atau bukan memang dipengaruhi oleh faktor-faktor di atas, dan pada akhirnya juga mempengaruhi kebutuhan gizinya. oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memperhatikan kecukupan gizi demi memelihara kesehatan kita. tks

    [Reply]

Leave a Reply

Hanya ada dua cara untuk menjalani hidup; berpandangan bahwa mukjizat itu sama sekali tidak eksis atau bahwa segala sesuatu adalah mukjizat - Albert Einstein-