Melibatkan Tuhan dalam perencanaan.
Perencanaan adalah salah satu hal yang penting untuk menunjang keberhasilan sebuah kegiatan atau acara. Dengan perencanaan yang matang, sesuatu pekerjaan juga akan lebih ringan dikerjakan. Dengan perencanaan sebuah kegiatan atau acara atau bahkan pekerjaan akan lebih terarah menuju goal yang diinginkan. Bahkan ada yang mengatakan perencanaan ibarat kompas atau penunjuk arah untuk menuju sebuah keberhasilan.
Bagi orang percaya, membuat sebuah perencanaan untuk sebuah pekerjaan/kegiatan/acara bukanlah dosa. Walaupun orang percaya menyakini bahwa segala sesuatu sudah diaturTuhan, namun Tuhan menuntut tanggung jawab manusia untuk mengerjakan segala sesuatu dengan tidak sembarangan.
Saat ini, banyak orang sudah membuat sebuah perencanaan untuk hal-hal tertentu. Namun yang menjadi permasalahan adalah ketika seseorang sudah membuat perencanaan tetapi tidak melibatkan Tuhan atau tidak menyerahkan dalam kuasa Tuhan.
Dalam Yakobus 4:13-17, penulis menyatakan bahwa setiap orang harus mengingat dan menyerahkan segala rencananya kepada Tuhan. Ada dua alasan mengapa kita harus menyerahakan atau melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan. Pertama: manusia tidak tahu akan hari esok dan kedua karena hidup manusia sangat singkat. Manusia harus mengatakan “jika Tuhan menghendaki” yang memiliki arti penyerahan total pada Tuhan. Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah menyerahkan segala perencanaan pada Tuhan?
Melibatkan Tuhan dan menyerahkan perencanaan kepada Tuhan adalah perbuatan baik dan jika seseorang mengetahui hal ini tetapi tidak melakukannya, maka ia berdosa (Yakobus 4:17).
H.K



