RADIO HARMONI FM

  • REQUEST ONLINE

    Request pujian atau mengirimkan salam melalui Yahoo

  • DOWNLOAD APLIKASI

  • Streaming didukung oleh:



  • Kategori

  • Shoutbox


    Loading

    WP Shoutbox
    Name
    Website
    Message
    Smile
    :mrgreen::neutral::twisted::arrow::shock::smile::???::cool::evil::grin::idea::oops::razz::roll::wink::cry::eek::lol::mad::sad:8-)8-O:-(:-):-?:-D:-P:-o:-x:-|;-)8)8O:(:):?:D:P:o:x:|;):!::?:
  • FACEBOOK

  • TERBARU

ORANG MAJUS DARI TIMUR (Matius 2 : 1 – 12)

Posted by Admin On December - 10 - 2010
Sudah dibaca :28786

ORANG MAJUS DARI TIMUR (Matius 2 : 1 – 12)

Pada waktu kelahiran Yesus Kristus di kota kecil Betlehem, dikatakan dari sebelah timur datanglah beberapa orang Majus untuk mencari Bayi Yesus yang baru lahir.

SIAPAKAH ORANG MAJUS INI ?

Dalam bahasa Yunani, perkataan “Majus” adalah “Magos” dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan kata “Magi”. Bahan-bahan tentang orang-orang Majus dapat kita peroleh dari Herodotus. Ia mengatakan bahwa orang Majus berasal dari salah satu aliran suku Madai. Madai adalah tanah jajahan dari Persia. Pernah satu kali, suku ini bermaksud mengadakan pemberontakan terhadap Kerajaan Persia, tetapi mengalami kegagalan. Sejak itu, golongan Majus ini tidak lagi mempunyai ambisi untuk melawan kekuasaan Persia dengan kekerasan. Sekarang, mereka lebih menekuni soal-soal keagamaan dan pengetahuan, sehingga dikemudian hari mereka menjadi terkenal karena ilmu pengetahuan dan ilmu agamanya. Mereka juga dikenal sebagai imam, sehingga kedudukan mereka sama seperti kedudukan orang Lewi di tengah-tengah suku Israel. Satu acara keagamaan, baru dapat berjalan jika itu dilaksanakan oleh orang Majus.

Menurut pandangan penduduk Persia, orang Majus adalah orang suci dan bijaksana. Pada umumnya, orang-orang Majus menguasai beberapa cabang ilmu pengetahuan, di antaranya adalah ilmu filsafat, ilmu kedokteran, ilmu alam dan lain-lainnya, Mereka juga dikenal sebagai peramal dan pembuka tabir mimpi. Kebaikan hati yang suka memberi pertolongan dan ketekunan hati dalam menuntut ilmu dan kebenaran merupakan kredibilitas yang tidak diragukan oleh orang lain pada masa itu.

DARI MANAKAH MEREKA ITU ?

Alkitab hanya menyebutkan bahwa mereka berasal dari Timur. Di manakah “Timur” itu? Ada orang berpendapat bahwa “Timur” adalah negara India; karena India terkenal peradaban kuno yang mengagumkan. Ada pula yang mengatakan “Timur” yang dimaksud Alkitab adalah Kerajaan Media-Persia. Ada juga yang menafsirkan “Timur” adalah Tiongkok. Sebenarnya orang Majus ini dari negara mana? Kita tidak dapat menjawabnya! Tetapi pada umumnya para panafsir Alkitab menerima negara “Timur” yang dimaksud Alkitab adalah negara Babilonia atau Madia-Persia.

BERAPA JUMLAH MEREKA ?

Berapakah jumlah orang Majus yang datang bertemu dengan Bayi Yesus? Ada orang berpendapat bahwa orang Majus yang datang itu berjumlah tiga orang. Alasan mengemukakan pendapat ini, karena dilihat dari jumlah persembahan yang disampaikan pada Yesus, yaitu: emas, kemenyan dan mur. Ada juga orang berpendapat bahwa orang Majus yang datang, bukan saja berjumlah tiga, tetapi empat. Dan orang Majus yang keempat ini, tidak dapat bersamaan datang dengan yang tiga orang, karena terlambat atau alasan lainnya. Ada pula yang mengatakan bahwa orang Majus yang datang sangat banyak. Alasan yang dikemukakan adalah sebagai berikut:

Pertama, pada umumnya zaman dulu melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan onta. Biasanya barisan onta itu terdiri dari ratusan atau minimal satu barisan terdiri dari sepuluh orang.

Kedua, melakukan perjalanan jauh, memerlukan perlengkapan yang cukup banyak. Di antaranya adalah tenda, makanan, keperluan sehari-hari dan lain-lainnya. Untuk menangani semua ini, maka diperlukan pembantu yang bertugas memperhatikan barang-barang tersebut dan juga bertugas untuk memelihara onta-onta tersebut.

Ketiga, dengan melihat persembahan yang disampaikan dan sambutan langsung dari raja Herodes, orang Majus yang datang ini bukan sembarang orang. Biasanya orang-orang penting yang melakukan pejalanan dikawal oleh pengawal.

Keempat, jika yang datang hanya berjumlah kecil, tidak mungkin pada waktu mereka sampai di di Yerusalem dapat menggemparkan seluruh penduduknya. Kedatangan mereka dalam jumlah besar, baru bisa menarik perhatian, sehingga raja Herodes Agung mau menerima dan mendengarkan mereka.

Sebenarnya berapakah jumlah mereka? Tidak ada yang tahu, karena Alkitab tidak menyebutkannya. Cuma pada umumnya, para penafsir Alkitab lebih dominan berpendapat bahwa orang Majus yang datang itu berjumlah tiga orang.

APAKAH MAKSUD KEDATANGAN MEREKA ?

Pada waktu orang Majus ini datang, ia bukan saja memberitahukan tentang kedatangannya dan juga memberitahukan tentang kelahiran Raja Yahudi ini, di kota Daud. Mereka mengetahui kelahiran Raja ini, melalui sebuah bintang. Dan bintang ini yang kita kenal sekarang dengan sebutan “Bintang Betlehem”. Sebenarnya bintang apakah itu? Mengenai bintang ini terdapat banyak pendapat. Ada orang mengatakan bahwa bintang Betlehem ini adalah bintang Halley yang pernah muncul pada tahun sebelas sebelum Kristus. Ada juga yang mengatakan bahwa cahaya bintang Betlehem ini berasal dari pertemuan dua planet dari tata surya kita yang pernah terjadi pada tahun tujuh sebelum Kristus. dan masih banyak pendapat lainnya.

Sebenarnya bintang apakah yang dilihat orang Majus ini? Kepastiannya kita tidak mengetahuinya, tetapi yang pasti bahwa Allah menggunakan bintang ini sebagai alat untuk memberitahukan kepada orang-orang majus tentang kelahiran Putera Tunggalnya, Yesus Kristus.

Melalui pimpinan bintang Betlehem ini, akhirnya mereka menemukan Bayi Yesus. Dan dikatakan dengan jelas bahwa maksud kedatangan mereka adalah untuk menyembah Dia (ayat2). Dari kata-kata yang mengemukakan maksud kedatangan mereka, maka jelas kita melihat bahwa Allah melalui petunjuk khususnya, sehingga mereka mengenal Bayi Yesus ini, bukan saja Raja orang Yahudi, tetapi juga Raja di atas segala raja, Tuhan dan Juruselamat. Pengenalan ini mendorong mereka, dari tempat jauh dan tidak mengenal lelah dan kesulitan untuk datang menemui Yesus yang miskin menurut ukuran dunia dan bertekuk-lutut, mempersembahkan barang-barang berharga pada Bayi Yesus.

Meskipun peristiwa Natal pertama ini sudah hampir dua ribu tahun sejarahnya, tetapi sampai sekarang masih banyak orang dari berbagai kalangan, baik yang terpelajar maupun tidak, baik yang kaya maupun miskin, baik yang berpangkat maupun tidak untuk datang menyembah Dia.

Dengan kesungguhan yang diperlihatkan orang-orang majus dalam mencari, mendapatkan dan penyembahan, mendorong kita untuk selalu berusaha mengadakan introspeksi kesungguhan kita beribadah dalam rangka merayakan Natal, hari kelahiran Tuhan Kita, Yesus Kristus.

(Pdt. (Dr.) Paulus Daun, Th. M.)

Sumber dari www.gky.or.id

H.K

Masukkan Email Anda:

Leave a Reply

Jangan berpikir dua kali untuk melakukan sesuatu yg baik... Lakukan segera, jangan ditunda!