RADIO HARMONI FM

  • REQUEST ONLINE

    Request pujian atau mengirimkan salam melalui Yahoo

  • DOWNLOAD APLIKASI

  • Streaming didukung oleh:



  • Kategori

  • Shoutbox


    Loading

    WP Shoutbox
    Name
    Website
    Message
    Smile
    :mrgreen::neutral::twisted::arrow::shock::smile::???::cool::evil::grin::idea::oops::razz::roll::wink::cry::eek::lol::mad::sad:8-)8-O:-(:-):-?:-D:-P:-o:-x:-|;-)8)8O:(:):?:D:P:o:x:|;):!::?:
  • FACEBOOK

  • TERBARU

Sudah dibaca :25596

Jantung Koroner

Jantung Koroner

TEMA :  PENGATURAN MAKAN PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER

Disampaikan dalam acara Talk Show Kesehatan di Radio Harmoni tanggal 26 Mei 2011 dengan Narasumber : Intan Kusumadiani, AmG (Ahli Gizi RSK Budi Rahayu Blitar)

Penyakit jantung koroner atau seringkali disingkat dengan PJK dahulu seringkali diderita oleh kalangan lansia, tetapi perlu diketahui, penyakit ini tidak memandang usia, yang muda maupun yang tua dapat terkena penyakit ini dan penyakit jantung koroner masih menjadi pemicu kematian nomor satu di dunia. Dan salah satu penyebabnya utama adalah gaya hidup yang tidak seimbang serta pola makan yang salah.

Sekarang masyarakat banyak mengkonsumsi makanan siap saji. Keburukan dari makanan siap saji (junk food) adalah terlalu banyak kandungan sodium/natrium, kolesterol dan lemak jenuh. Sodium merupakan bagian dari garam. Kelebihan sodium akan meningkatkan aliran dan tekanan darah sehingga menyebabkan penyakit darah tinggi. Tekanan darah tinggi inilah yang menjadi pemicu penyakit jantung

 

Penyakit jantung koroner adalah suatu keadaan terjadinya penyempitan, penyumbatan atau kelainan pembuluh nadi koroner. Timbulnya gangguan pada nadi koroner ini mengakibatkan berhentinya aliran darah ke otot jantung, alhasil penderita akan mengalami rasa nyeri pada dada.

 

Faktor resiko terjadinya penyakit jantung koroner adalah sebagai berikut :

  1. Tingginya kadar kolesterol dalam darah

Kolesterol secara normal diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang tepat. Namun, dengan majunya gaya hidup, maka cara hidup orangpun akan mengalami perubahan terutama yang tinggal di kota besar. Perubahan gaya hidup tersebut biasanya berupa aktivitas gerak tubuh yang berkurang juga perubahan pola makan sehari-hari. Jika dahulu konsumsi kita adalah makanan tinggi karbohidrat dan serat yang tinggi tetapi sekarang beralih menjadi tinggi karbohidrat, lemak, protein, garam dan gula namun rendah seratnya.

Dengan perubahan tersebut, kadar kolesterol dalam tubuh akan meningkat. Kolesterol berlebih akan ditimbun dalam dinding pembuluh darah terutama pada pembuluh arteri. Dan jika berlangsung lama maka kondisi ini bisa menyebabkan penyempitan atau pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis). Dampak yang terjadi adalah timbulnya penyakit berbahaya yaitu jantung koroner.

Secara umum, semua orang beresiko terhadap penyakit yang disebabkan oleh kolesterol, baik lansia maupun usia remaja. Selain itu, hiperkolesterol tidak hanya diderita oleh orang yang berbadan gemuk, karena orang kurus pun bisa terkena kolesterol. Pola makan yang tidak baik dan lebih didominasi oleh makanan berlemak akan mendorong munculnya keadaan tersebut.

  1. Tekanan darah tinggi

Keburukan lain dari makanan siap saji (junk food) adalah terlalu banyak kandungan sodium/natrium, kolesterol dan lemak jenuh. Sodium merupakan bagian dari garam. Kelebihan sodium akan meningkatkan aliran dan tekanan darah sehingga menyebabkan penyakit darah tinggi. Tekanan darah tinggi inilah yang menjadi pemicu penyakit jantung.

  1. Merokok

orang yang merokok > 20 batang perhari dapat mempengaruhi atau memperkuat efek dua faktor utama risiko lainnya yaitu hiperkolesterolemian dan hipertensi. Berdasarkan penelitian Framingham mendapatkan kematian mendadak akibat PJK pada laki-laki perokok 10x lebih besar daripada bukan perokok dan pada perempuan perokok 41/2X lebih besar daripada bukan perokok. Rokok dapat menyebabkan 25% kematian PJK pada laki-laki dan perempuan umur <65 tahun atau 80% kematian PJK pada laki-laki umur < 45 tahun

Efek rokok adalah menyebabkan beban miokard bertambah karena rangsangan oleh katekolamin dan menurunnya konsumsi 02 akibat inhalasi CO atau dengan perkataan lain dapat menyebabkan tahikardi, vasokonstruksi pembuluh darah, merubah permeabilitas dinding pembuluh darah dan merubah 5-10% Hb menjadi carboksi-Hb. Di samping itu rokok dapat menurunkan kadar HDL kolesterol. Makin banyak jumlah rokok yang diisap, kadar HDL kolesterol makin menurun. Apabila berhenti merokok penurunan risiko PJK akan berkurang 50% pada akhir tahun pertama setelah berhenti merokok dan kembali seperti yang tidak merokok setelah berhenti merokok 10 tahun. Dall & Peto 1976 mendapatkan risiko infark akan turun 50% dalam waktu 5 tahun setelah berhenti merokok.

 

Tanda-tanda penyakit jantung koroner

Orang yang menderita penyakit jantung koroner akan merasakan nyeri pada dada bagian tengah, selanjutnya akan menyebar ke leher, dagu dan lengan. Gangguan lain yang menyertai nyeri dada adalah gangguan pernafasan. Penderita akan merasakan kesulitan bernafas (sesak nafas). Hal ini terjadi karena jantung kekurangan darah dan suplai oksigen.

 

Kondisi terparah yang terjadi akibat penyempitan pembuluh nadi ke jantung ialah adanya rasa tercekik (angina pektoris) pada penderita, yang timbul akibat jantung dipaksa bekerja keras seperti melakukan pekerjaan fisik yang berat atau mengalami kondisi emosional yang tinggi. Tanda-tanda lain yang nyata dan perlu diwaspadai pada penderita jantung koroner adalah terjadinya penyimpangan irama jantung saat pemeriksaan elektrokardiografi.

 

Banyak orang menyatakan bahwa jika tangan yang berkeringat termasuk jantung lemah dan perlu dikatahui diagnosa penyakit jantung tidak bisa ditegakkan dengan banyaknya keringat yang muncul dari telapak tangan, karena masih banyak yang perlu diperiksa. Diagnosa penyakit jantung dapat diketahui jika kita melakukan pemeriksaan pada Dokter penyakit dalam

 

Tujuan diit untuk penderita jantung koroner adalah

1.  Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan pekerjaan jantung,

2.  Menurunkan berat badan bila penderita terlalu gemuk.

3.  Mencegah/menghilangkan penimbunan garam/air.

Penderita penyakit jantung koroner harus menerapkan diet seimbang, dengan mengonsumsi makanan yang mengandung gizi dalam jumlah dan kualitas sesuai kebutuhan tubuh untuk hidup sehat, seperti: karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral serta menghindari makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.

 

Pengaturan diit untuk penyakit antung koroner yaitu :

  1. Menghindari makanan yang tinggi kolesterol atau lemak yaitu dengan membatasi konsumsi daging yang berlemak seperti babi, domba, corned, sosis, kuning telur, udang, kerang, jerohan, jantung, otak, hati, ginjal, susu penuh, keju, dan es krim. Dan bahan makanan yang mengandung lemak jenuh seperti kelapa, minyak kelapa, minyak kelapa sawit, mentega, permen coklat, santan kental, dan margarin.
  2. Batasi penggunaan garam/ natrium  bila ada tekanan darah tinggi (hipertensi), selain dalam bentuk garam dapur (NaCl), natrium banyak terdapat dalam makanan yang diawetkan. Untuk itu, harus dihindari mengonsumsi makanan yang telah diawetkan.
  3. Bagi yang terlalu gemuk, jumlah makanan pokok sebagai sumber hidrat arang dikurangi. Contoh sumber hidrat arang: beras, roti, mie, kentang, bihun, biskuit, tepung-tepungan, gula, dan sebagainya.
  4. Ubahlah kebiasaan memasak dengan cara menggoreng gunakan cara lain seperti merebus, mengetim, memepes, memanggang, membakar atau menumis.
  5. Hindari sayuran yang mengandung gas: kool, lobak, nangka muda dan sawi.
  6. Semua buah boleh dimakan kecuali nangka masak, durian, alpukat diberikan dalam jumlah terbatas.
  7. Makanan yang sebaiknya dipilih yang mudah dicerna dan tidak merangsang.
  8. Dianjurkan untuk tidak minum kopi, atau alkohol.

 

Makanan yang diperbolehkan atau dianjurkan untuk penderita penyakit jantung adalah

  1. semua makanan sumber karbohidrat seperti nasi, jagung, roti, kentang, macaroni, bihun, tepung-tepungan.
  2. Daging sapi, ayam yang tidak berlemak, ikan, putih telur, susu skim, atau yoghurt dari susu skim
  3. Kacang-kacangan, tahu, tempe, oncom
  4. Minyak tumbuh-tumbuhan selain minyak kelapa seperti minyak jagung, minyak kacang tanah, minyak kedelai, minyak biji bunga matahari, minyak wijen
  5. Semua macam bumbu tetapi tidak yang merangsang dan pedas

 

Contoh menu sehari :

Pagi
Bubur Ayam

 

Selingan :

Biskuit dan teh

 

Siang :

Nasi

Pepes ikan

Sayur Asam

Tempe Bacem

Semangka

 

Selingan

Puding buah

 

Makan Malam

Nasi

Daging bb merah

Tahu bb kuning

Sup wortel buncis

Pisang

 

Tips untuk mencegah penyakit jantung koroner

1. Kurangi makanan mengandung karbohidrat olahan, gula, dan padi-padian.

Makanan olahan kini telah menjadi menu pokok setiap hari. Padahal, makanan ini mengandung karbohidrat sederhana yang mudah sekali diproses menjadi glukosa dan menyebabkan gula darah meningkat dalam waktu singkat. Inilah yang menjadi pemicu terjadinya resistensi insulin dan menyebabkan penebalan dalam lapisan endothelial  pembuluh koroner. Disarankan untuk secara bertahap mengurangi makanan dari jenis roti, pasta, nasi, makanan bergula, dan semua makanan yang berbahan gandum atau jagung.

2.  Batasi minyak nabati Omega-6.

Minyak nabati atau vegetable oil relatif stabil pada suhu ruang dan biasa digunakan  dalam hampir seluruh proses pemanggangan dan pengolahan makanan untuk menambah aroma dan membuat lebih awet. Menurut para ahli, mengonsumsi minyak nabati secara berlebihan juga dapat memicu pelepasan zat kimia yang meningkatkan stres oksidatif dan memicu kerusakan pada sistem pembuluh darah. Sebaiknya hindari penggunaan minyak nabati untuk memasak dan batasilah menyantap makanan yang digoreng.

3. Jangan lupakan asam lemak Omega-3

Pola makan modern hampir tidak pernah memasukkan makanan sehat yang mengandung asam lemak Omega-3, yang sebenarnya pernah menjadi bagian dari diet manusia selama berabad-abad. Menurut para ahli, rasio yang ideal antara kandungan asam lemak Omega-6 dan Omega-3 dalam menu makanan 1:1. Para ahli juga setuju bahwa kebanyakan orang di Eropa saat ini mengasup makanan dengan rasio 20:1. Alhasil, fenomena ini menimbulkan ketidakseimbangan dan memicu inflamasi yang bersifat sistemik. Saran dari para ahli, masukkan jenis-jenis ikan, seperti tuna, salmon, dan sarden, kacang-kacangan, dan biji-bijian untuk menyeimbangkan rasio asupan lemak Anda atau dengan cara mengonsumsi suplemen minyak ikan.

4. Hindari stres oksidatif

Akitivitas normal tubuh seperti bernapas, makan, dan bergerak dapat menghasilkan radikal bebas yang merusak struktur genetik dan menyebabkan kolesterol buruk (LDL) teroksidasi. Kita tidak dapat mencegah proses ini sepenuhnya. Akan tetapi, kita dapat meredamnya dengan cara mengonsumsi sayuran segar, buah-buahan dari jenis beri, dan suplemen tertentu untuk menekan dampak radikal bebas pada kesehatan jantung dan organ lainnya.

 

Bagi pendengar yang masih memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin berkonsultasi untuk konsultasi  gizi silakan datang ke Poli Gizi Rumah Sakit Katolik Budi Rahayu Blitar  yang beralamatkan di Jl A Yani no 18 Blitar  atau silahkan kunjungi web kami di www.budirahayu.com

PUSTAKA

Depkes RI, Pedoman Umum Gizi Seimbang, 2003

Diah Krisnatuti, Perencanaan Menu bagi Penderita Jantung Koroner, Trubus Agriwidya, Jakarta, 1999

 

Instalasi Gizi Perjan RS Ciptomangunkusumo dan ASDI, Penuntun Diet edisi Baru, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004

 

Materi Penyuluhan Gizi Massal RSK Budi Rahayu Blitar

Berbagai sumber di Internet

Masukkan Email Anda:

Leave a Reply

Yang menentukan di garis finish bukanlah langkah awal, tetapi langkah akhir