• REQUEST ONLINE

    Request pujian atau mengirimkan salam melalui Yahoo

  • DOWNLOAD APLIKASI

  • Streaming didukung oleh:



  • Kategori

  • Shoutbox


    Loading

    WP Shoutbox
    Name
    Website
    Message
    Smile
    :mrgreen::neutral::twisted::arrow::shock::smile::???::cool::evil::grin::idea::oops::razz::roll::wink::cry::eek::lol::mad::sad:8-)8-O:-(:-):-?:-D:-P:-o:-x:-|;-)8)8O:(:):?:D:P:o:x:|;):!::?:
  • FACEBOOK

  • TERBARU

Posisi terbaik.

Posted by Admin On October - 20 - 2010ADD COMMENTS
Sudah dibaca :880

Posisi terbaik.

Tiga orang pendeta duduk membahas posisi terbaik untuk berdoa. Kebetulan seorang tukang telepon sedang memperbaiki tiang telepon di dekat situ.

“berlutut iu posisi terbaik” kata yang satu.

“tidak,” bantah yang lain. “saya merasakan jamahan Tuhan jika saya berdiri sambil mengangkat kedua tangan” Read the rest of this entry »

Di atas sayap doa

Posted by Admin On October - 20 - 2010ADD COMMENTS
Sudah dibaca :943

Di atas sayap-sayap doa

Serahkanlah hidupmu kepada Bapa Surgawi. Perkenankanlah IA menggendongmu dengan aman dalam kasih-Nya. Read the rest of this entry »

Doa trima kasih

Posted by Admin On October - 13 - 2010ADD COMMENTS
Sudah dibaca :626
Jika satu-satunya doa yang engkau panjatkan di dalam hidup engkau adalah “Terima kasih”, itu sudah memadai – Meister Eckhart

Sebelas Alasan Mengapa Doa Itu Penting

Posted by Admin On October - 2 - 2010ADD COMMENTS
Sudah dibaca :1090

Sebelas Alasan Mengapa Doa Itu Penting
Reuben A. Torrey, dalam bukunya “How to Pray” (New York: Revell, 1900), memberikan sebelas alasan mengapa doa itu penting, yaitu:
1. karena ada Iblis, dan doa adalah alat yang ditunjuk Tuhan untuk melawan Iblis (Efesus 6:12,13);
2. karena doa adalah cara yang Allah berikan kepada kita untuk mendapatkan apa yang kita perlukan dari Dia (Yakobus 4:2);
3. karena Tuhan memberikan suatu contoh kepada kita melalui para rasul yang menganggap doa sebagai pekerjaan terpenting dalam hidup mereka (Kisah Para Rasul 6:1-4);
4. karena doa menduduki tempat paling utama dalam hidup Tuhan kita (Markus 1:35; Lukas 6;12);
5. karena doa adalah pekerjaan pelayanan Tuhan kita sekarang ini, yang kini menjadi Pengantara kita (Roma 8:34; Ibrani 7:25);
6. karena doa adalah alat yang ditetapkan Allah bagi kita untuk menerima pengampunan-Nya dan untuk menemukan “kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya” (Ibrani 4:6);
7. karena doa adalah alat untuk mendapatkan kepenuhan sukacita Tuhan
8. karena doa dengan pengucapan syukur adalah cara untuk memperoleh kelepasan dari kecemasan, dan sebagai gantinya memperoleh “damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal” (Filipi 4:6,7);
9. karena doa adalah cara yang ditetapkan untuk memperoleh kepenuhan Roh Kudus Allah (Lukas 11:13);
10. karena doa adalah alat yang kita pergunakan agar selalu berjaga-jaga dan waspada karena kedatangan Kristus sudah dekat (Lukas 21:24-36);
11. karena doa dipakai Allah untuk memajukan pertumbuhan rohani kita, memberi kekuatan pada pekerjaan kita, membawa orang lain supaya percaya pada kristus, dan mendatangkan semua berkat yang lain kepada jemaat Kristus (Mazmur 139:23,24; Matius 7:7-8).

Aurelius Augustinus

Posted by Admin On September - 25 - 2010ADD COMMENTS
Sudah dibaca :4555

Aurelius Augustinus

Ia merupakan seorang bapa gereja yang pandangan-pandangan teologianya sangat berpengaruh dalam Gereja Barat. Dilahirkan di Tagaste, Afrika Utara, tidak jauh dari Hippo Regius pada 13 Nopember 354. Ayahnya bernama Patricius, seorang kafir dan ibunya bernama Monica, seorang ibu yang saleh dan yang penuh kasih. Augustinus lama menjadi anggota katekumen, namun tidak bersedia untuk segera menerima sakramen baptisan. Ia memulai pendidikannya di kota kelahirannya, Tagaste, kemudian belajar retorika dan filsafat di Kartago, ibukota provinsi Afrika Utara. Setelah belajar di Kartago, Augustinus kembali ke kota kelahirannya dan di sana ia menjadi guru retorika. Pada tahun 372 ia pindah ke Kartago dan menjadi guru retorika di sana.

Augustinus mengalami pergumulan yang hebat, yaitu keinginannya untuk mencari kebenaran yang sejati yang memberikan kepadanya suatu kedamaian hidup. Seluruh perjuangannya dalam mencari kebenaran tersebut diuraikannya dalam bukunya yang berjudul Confessiones (Pengakuan-Pengakuan). Kira-kira tahun 373 ia membaca buku Hortensius, karangan Cicero, yang membawanya menjadi seorang pengikut Platonisme. Namun, Platonisme tidak memberikan kepadanya kedamaian sehingga ia berpindah lagi menjadi pengikut Manikheisme. Sementara itu, Augustinus memelihara seorang wanita dan dari wanita ini lahir seorang anak laki-laki yang diberinya nama, Adeodatus. Hubungannya dengan wanita ini berlangsung selama lima belas tahun lamanya.

Ibunya, Monica, sangat sedih karena kelakuan anaknya itu. Ia senantiasa berdoa dengan bercucuran air mata agar anaknya ini bertobat dari jalan yang sesat itu. Monica berkali-kali mengunjungi uskupnya untuk meminta nasihatnya. Sang uskup menghibur Monica dengan kata-kata, “Anak yang didoakan dengan banyak air mata, mustahil ia binasa.”

Tahun 382, Augustinus berangkat ke Roma. Di sini ia membuka sekolah retorika, namun sekolahnya itu dipindahkan ke Milano. Di Milano ia meninggalkan Manikheisme dan berpindah sebagai seorang pengikut Neo-Platonisme. Kemudian ibunya juga datang ke Milano.

Augustinus sama sekali tidak tertarik kepada Alkitab. la menganggap bahasa yang dipergunakan oleh Alkitab sangat kasar dan rendah mutunya. Banyak hal-hal yang tidak masuk akal dan aneh.

Di Milano terdapat seorang uskup yang sangat cakap dalam berkhotbah dengan mempergunakan bahasa yang menarik hati. Uskup itu adalah Ambrosius. Augustinus ingin berkenalan dengan sang uskup dan sering masuk gereja untuk mendengarkan khotbah-khotbahnya. Dari khotbah-khotbah Ambrosius, Augustinus kini melihat keindahan dalam Kitab Suci. Ia kini menemukan jawaban-jawaban yang memuaskan hatinya.

Pada tahun 386 Augustinus sedang duduk dalam taman di rumahnya. Tiba-tiba ia mendengar suara anak kecil yang sedang bermain di taman mengatakan, “Ambillah dan bacalah!” Suara hatinya mengatakan bahwa yang disuruh ambil dan baca tidak lain daripada Alkitab. Ia mengambil dan membukanya. Augustinus membaca Roma 13:13-14, “Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.” Augustinus yakin bahwa itulah suara Roh Kudus sehingga ia mengalami pertobatan. Menjelang Augustinus dibaptis, pada hari Minggu Paskah 387 di Milano, ia bersama ibunya, Adeodatus, dengan beberapa sahabatnya bersemedi di Cassaciacum, dekat Milano. Ibunya sangat bergembira dengan pertobatan anaknya itu. Maka Augustinus pun dibaptis oleh Uskup Ambrosius bersama-sama dengan anaknya, Adeodatus, dan beserta dengan sahabatnya, Alypius, dan Evodius.

Sesudah pertobatan dan baptisannya, Augustinus memutuskan hubungannya dengan dunia. Harta miliknya dijualnya dan dibagi-bagikannya kepada orang-orang miskin. Ia ingin melayani Kristus sampai dengan ajalnya.

Kemudian Augustinus bersama-sama anak dan ibunya bersiap-siap untuk kembali ke Afrika. Sayang ibunya meninggal dunia di kota pelabuhan Ostia sementara menunggu kapal yang akan membawa mereka ke negerinya. Augustinus menguburkan ibu kekasihnya di Ostia sesuai dengan permintaan Monica menjelang kematiannya, sebagai berikut. “Kuburkanlah aku di mana saja dan janganlah dirimu susah karenanya; hanya satu perkara aku mohon, yaitu doakanlah aku di altar Allah di mana pun engkau berada”. Augustinus bersama Adeodatus berserta kedua temannya berangkat ke Tagaste.

Cita-cita Augustinus sekarang adalah hidup sebagai seorang biarawan. Tahun 388 ia bersama dengan Alypius dan Evodius membentuk suatu semibiara di Tagaste. Anaknya, Adeodatus, meninggal dunia di Tagaste pada tahun 390.

Pada tahun 391 Augustinus berkunjung ke Hippo Regius. Umat di Hippo Regius meminta agar Augustinus ditahbiskan menjadi presbiter untuk membantu Uskup Valerius yang sulit berkhotbah dalam bahasa Latin. Tahun 396 Uskup Valerius meninggal dan Augustinus ditahbiskan sebagai uskup Hippo Regius pengganti Valerius. Cita-citanya untuk hidup dengan damai dalam biara terpaksa ditinggalkannya. Ia menjadi uskup Hippo Regius sampai dengan meninggalnya pada 28 Agustus 430, ketika suku-suku bangsa Vandal mengepung kota Hippo Regius.

Augustinus adalah seorang teolog besar dalam sejarah gereja. Ia adalah murid Paulus. Ia banyak menulis yang di dalamnya kita dapat menimba pandangan teologianya. Ia juga seorang yang dikenal sebagai penentang penyesat-penyesat yang gigih. Perlawanannya dengan Donatisme menyebabkan ia menguraikan pandangannya tentang gereja dan sakramen. Baginya, gereja bukanlah persekutuan yang inklusif, yaitu yang hanya terdiri dari orang-orang suci. Gereja adalah kudus pada dirinya sendiri dan bukan karena kekudusan (kesucian) anggota-anggotanya. Di dalam gereja terdapat orang-orang yang baik dan orang-orang yang jahat. Di luar gereja juga terdapat pula orang-orang yang baik. Tampaknya Augustinus berpendapat bahwa orang-orang baik yang berada di luar gereja akan menjadi anggota gereja sebelum mereka meninggal.

Mengenai sakramen, Augustinus berpendapat bahwa sahnya sakramen bukanlah bergantung kepada kesucian orang yang melayankan sakramen tetapi bergantung kepada Kristus sendiri. Pelayan sakramen hanyalah alat dari Kristus. Itulah sebabnya, maka Augustinus menerima sakramen baptisan yang dilaksanakan oleh golongan yang memisahkan diri sebagai sakramen yang sah. Jikalau ada orang Donatisme yang kembali kepada gereja yang resmi, mereka tidak perlu dibaptiskan kembali.

Dalam perlawanannya dengan ajaran Pelagius, ia melahirkan pandangan teologianya tentang kehendak bebas, dosa turunan, dan rahmat. Ia mengajarkan bahwa manusia diciptakan Tuhan Allah dengan karunia-karunia adikodrati. Karunia-karunia ini hilang pada waktu Adam jatuh ke dalam dosa. Kehendak bebas hilang dan Adam serta keturunannya takluk di bawah dosa. Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Manusia hanya dapat diselamatkan karena rahmat Allah semata-mata. Sesudah Adam jatuh ke dalam dosa, seluruh manusia berada dalam keadaan tidak mungkin tidak berdosa. Allah akan memilih orang-orang yang akan menerima karunia-Nya. Nampaknya di sini Augustinus mengajarkan ajaran predestinasi, ajaran yang kemudian dikembangkan oleh Calvin abad ke-16 dan Jansen pada abad ke-18.

Sepanjang hidupnya Augustinus banyak menulis. Tulisannya yang berjudul Confessiones ditulisnya sebelum tahun 400. Di dalamnya diceritakan riwayat hidup sampai pertobatannya. Karya besarnya yang lain adalah De Civitate Dei (Kota Allah) dan De Trinitate (Trinitas). De Civitate Dei terdiri dari 22 buku. Sepuluh buku pertama menguraikan tentang iman Kristen. Dua belas buku berikutnya menguraikan tentang perjuangan kota Allah (Civitas Dei) dengan kota dunia (Civitas Terrena). Kota Allah akan mengalahkan kota dunia. Yang dimaksudkan dengan Kota Allah adalah gereja dan Kota Dunia adalah kerajaan-kerajaan dunia ini, khususnya kekaisaran Roma. De Trinitate terdiri dari lima belas buku. Sebagian besar merupakan kumpulan surat-surat, khotbah-khotbah, dan suatu kumpulan dialog filosofis. Tidak lama sebelum kematiannya ia menerbitkan bukunya yang berjudul Retractations, di mana ia meninjau kembali karya literernya.

Diambil dan diedit seperlunya dari:

Judul artikel : Augustinus, Aurelius
Judul buku : Riwayat Hidup Singkat Tokoh-Tokoh dalam Sejarah Gereja
Penerbit : BPK Gunung Mulia, Jakarta 1999
Penulis : Drs.F.D. Wellem, M.Th.
Halaman : 30 — 33

Sumber: Bio-Kristi 1

Waktu Doa

Posted by Admin On August - 25 - 2010ADD COMMENTS
Sudah dibaca :500

Miliki waktu berdoa pada Tuhan agar dapat berkomunikasi secara pribadi dengan Tuhan.

Jawaban Doa

Posted by Admin On August - 17 - 2010ADD COMMENTS
Sudah dibaca :386

Pada suatu hari seorang wanita sedang membimbing keponakannya belajar.Tapi tidak seperti biasanya, kali ini keponakannya tidak bisa berkonsentrasi. Ternyata salah satu kelerengnya hilang. Tiba – tiba anak itu berkata, “Bi, bolehkah aku berlutut dan meminta Allah untuk menemukan kelerengku ?”
Ketika bibinya mengizinkan, anak itu lalu berlutut di dekat kursinya, menutup matanya dan berdoa dengan sungguh – sungguh. Selesai berdoa dia bangkit berdiri dan melanjutkan pelajarannya.

Keesokan harinya, bibinya yang takut doa keponakannya tidak terjawab, dan dengan demikian akan melemahkan imannya, dengan khawatir bertanya, “Sayang, apakah engkau sudah menemukan kelerengmu ?”

“Tidak, Bi” Jawab anak itu, “tetapi Allah telah membuatku tidak menginginkan kelereng itu lagi.”

Alangkah indahnya iman anak itu. Allah memang tidak selalu menjawab doa kita menurut kehendak kita, tetapi jika kita tulus berdoa, Dia akan mengambil keinginan kita yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Maju terus dalam Tuhan, Tuhan Yesus memberkati saudara dan seisi rumah, Amin.

Sumber: www.cerita-kristen.com

Doa Bapa Kami

Posted by Admin On August - 11 - 2010ADD COMMENTS
Sudah dibaca :1105

Doa Bapa kami

Doa bapa kami adalah doa yang diajarkan langsung oleh Tuhan Yesus. Semua orang yang mengaku pengikut Kristus pasti hafal dengan doa tersebut atau bahkan mengucapkan setiap hari. Tetapi betulkah kita benar-benar memahami arti doa doa Bapa kami tersebut?

Mungkin dengan menyimak puisi di bawah ini, kita bisa belajar mengoreksi diri kita saat berdoa  Bapa kami dan belajar memaknai arti doa Bapa kami.

Saya tak dapat mengatakan:

Saya tak dapat mengatakan “BAPA” kalau setiap hari saya tak berusaha untuk bertindak seperti anak-Nya.

Saya tak dapat mengatakan “KAMI” jika saya hidup untuk diri sendiri.

Saya tak dapat mengatakan “DI DALAM SURGA” jika saya tak pernah meletakkan harta di sana.

Saya tak dapat mengatakan “DIKUDUSKANLAH  NAMA MU” jika saya tidak berusaha keras untuk hidup kudus.

Saya tak dapat mengatakan “DATANGLAH KERAJAAN MU” jika saya tidak mengerahkan semua kekuatan saya untuk mempercepat momen yang indah ini.

Saya tak dapat mengatakan “JADILAH KEHENDAK MU” jika saya tidak patuh pada firman-Nya.

Saya tak dapat mengatakan “DI BUMI SEPERTI DI SURGA” jika saya tak melayani DIA di sini dan sekarang.

Saya tak dapat mengatakan “BERILAH KAMI MAKANAN KAMI SECUKUPNYA HARI INI” jika saya tak jujur dan mencari segala sesuatu dengan tipu daya.

Saya tak dapat mengatakan “AMPUNILAH DOSAKU” jika saya tetap menyimpan kemarahan terhadap orang lain.

Saya tak dapat mengatakan “ JANGAN MASUKKAN KAMI KE DALAM PENCOBAAN” jika saya dengan sengaja menempatkan diri pada jalan tersebut.

Saya tak dapat mengatakan “LEPASKAN KAMI DARI YANG JAHAT” jika saya tak memakai seluruh senjata Allah.

Saya tak dapat mengatakan”ENGKAULAH YANG EMPUNYA KERAJAAN” jika saya tak memberikan kesetiaan kepada-Nya selaku Raja.

Saya tak dapat memberikan gelar “KUASA” jika saya takut akan apa yang akan diperbuat orang pada saya.

Saya tak dapat menyebut “KEMULIAAN” jika saya mencari kemuliaan untuk diri sendiri.

Dan saya tak dapat mengatakan “SELAMANYA” jika horison kehidupan saya terikat oleh waktu.

Disadur dari : “Walking with God”

"A day without laughter is a day wasted." — Charlie Chaplin