• REQUEST ONLINE

    Request pujian atau mengirimkan salam melalui Yahoo

  • DOWNLOAD APLIKASI

  • Streaming didukung oleh:



  • Kategori

  • Shoutbox


    Loading

    WP Shoutbox
    Name
    Website
    Message
    Smile
    :mrgreen::neutral::twisted::arrow::shock::smile::???::cool::evil::grin::idea::oops::razz::roll::wink::cry::eek::lol::mad::sad:8-)8-O:-(:-):-?:-D:-P:-o:-x:-|;-)8)8O:(:):?:D:P:o:x:|;):!::?:
  • FACEBOOK

  • TERBARU

Sudah dibaca :22773

MENGENAL PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG

Di negara kita yang telah memasuki era globalisasi, ternyata masih menghadapi masalah gizi ganda yaitu masalah gizi kurang dan gizi lebih dengan berbagai resiko penyakit yang ditimbulkan. Masalah gizi ganda ini terdapat di pedesaan dan juga perkotaan.

Masalah gizi ganda ini pada hakekatnya merupakan masalah perilaku. Untuk mengkoreksi masalah tersebut maka dilakukan berbagai pendekatan melalui pemberian informasi tentang  perilaku gizi yang baik dan benar, salah satunya dengan penyuluhan. Untuk itu diperlukan suatu acuan edukasi atau pendidikan tentang perilaku gizi yang baik dan benar, yakni PUGS atau Pedoman Umum Gizi Seimbang ini. PUGS ini terdiri dari 13 pesan dasar gizi seimbang yang bertujuan agar setiap orang berperilaku gizi yang baik dan benar sehingga memiliki gizi yang baik.

Untuk hidup dan meningkatkan kualitas hidup, setiap orang memerlukan 5 kelompok zat gizi yakni Karbohidrat, Protein, Lemak, Vitamin dan Mineral dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Disamping itu manusia memerlukan air dan serat untuk memperlancar berbagai proses faali dalam tubuh.

Secara alami, komposisi zat gizi setiap jenis makanan memilki keunggulan dan kelemahan tertentu. Beberapa makanan mengandung tinggi KH tetapi kurang vitamin dan mineral. Sedangkan beberapa makanan kaya vitamin dan mineral namun kurang KH dan Protein. Nah apabila konsumsi makanan sehari-hari kurang beraneka ragam, maka akan timbul ketidakseimbangan antara masukan dan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk hidup sehat dan produktif. Dengan mengonsumsi makanan sehari-hari yang beraneka ragam, kekurangan zat gizi pada jenis makanan yang satu akan dilengkapi oleh keunggulan susunan zat gizi jenis makanan lain, sehingga diperoleh masukan zat gizi yang seimbang.

13 Pedoman Umum Gizi Seimbang adalah sebagai berikut :

  1. Makanlah Aneka Ragam Makanan
  2. Makanlah Makanan untuk Memenuhi Kecukupan Energi
  3. Makanlah Makanan Sumber Karbohidrat setengah dari kebutuhan energi
  4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi
  5. gunakan garam beryodium
  6. makanlah makanan sumber zat besi
  7. berikan ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan dan tambahkan MP-ASI sesuadahnya
  8. biasakan makan pagi
  9. minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya
  10. lakukan aktivitas fisik secara teratur
  11. hindari minuman yang beralkohol
  12. makanlah makanan yang aman bagi kesehatan
  13. bacalah label pada makanan yang dikemas

Makanlah Aneka Ragam Makanan

Makan makanan yang beraneka ragam sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat  gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantitasnya. Hal ini dikenal dengan tri guna makanan yakni makanan yang mengandung sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Oleh karena itu setiap orang mengkonsumsi aneka ragam makanan, kecuali bayi umur 0-6 bulan yang hanya mengkonsumsi ASI saja.

Untuk vegetarian mereka harus lebih banyak mengonsumsi makanan sumber zat pembangun asal nabati, misalnya kacang-kacangan, hal ini mengingat nilai cerna zat pembangun asal nabati tidak sebaik bilai cerna zat pembangun asal hewani.

Makanlah Makanan untuk Memenuhi Kecukupan Energi

Setiap orang dianjurkan makan makanan yang cukup mengandung energi, agar dapat hidup dan melaksanakan kegiatan sehari-hari, seperti bekerja, berolahraga, berekreasi dan berkegiatan yang lain. Kebutuhan energi dipenuhi dengan mengonsumsi makanna sumber karbohidrat, protein dan lemak. Tanda bahwa masukan energi itu cukup bagi seseorang adalah berat badan yang normal.

Konsumsi energi yang melebihi kecukupan akan disimpan sebagai cadangan di dalam tubuh berbentuk lemak atau jaringan lain. Apabila keadaan ini berlanjut akan menyebabkan kegemukan disertai berbagai gangguan kesehatan, antara lain tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes mellitus dan sebagainya.

Namun sebaliknya bila konsumsi energi kurang, maka cadangan energi dalam tubuh yang berada dalam jaringan otot/lemak akan digunakan untuk menutupi kekurangan tersebut. Apabila hal ini berlarut maka akan menurunkan daya kerja, prestasi belajar, dan juga kreativitas. Kemudian diikuti oleh penurunan produktivitas kerja, merosotnya prestasi belajar dan olahraga.

Kekurangan energi yang berlangsung lama akan mengakibatkan penurunan berat badan dan kekurangan zat gizi lain dan akhirnya menyebabkan keadaan gizi kurang. Bila hal ini terjadi pada anak-anak akan menghambat tumbuh kembangnya. Dampaknya pada saat ia mencapai usia dewasa, tinggi badannya tidak mencapai ukuran normal dan kurang tangguh, serta mudah terkena infeksi.

Konsumsi gula sebaiknya dibatasi sampai 5% dari jumlah energi atau sejitar 3-4 sendok makan setiap hari, hal ini dilakukan agar tidak terjadi kelebihan yang mengakibatkan kegemukan.

Makanlah Makanan Sumber Karbohidrat setengah dari kebutuhan energi

Makanan sumber karbohidrat terdiri dari dua yakni karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Karbohidrat kompleks contohnya padi-padian (padi, jagung, gandum), umbi-umbian (singkong, ubi jalar, kentang), dan makanan lain seperti pisang, tepung dan sagu. Karbohidrat sederhana yaitu gula. Proses pencernaan karbohidrat kompleks di dalam tubuh kita berlangsung lebih lama dibanding karbohidrat sederhana. Untuk sumber karbohidrat  jumlah yang diperlukan untuk tubuh kita adalah 50-60% dari kebutuhan energi kita.

Batasi Konsumsi Lemak dan Minyak sampai Seperempat dari Kecukupan Energi.

Lemak berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin A, D, E dan K, serta menambah lezatnya hidangan. Ditinjau dari proses pencernaan, lemak terbagi 3 golongan yaitu lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang paling mudah dicerna, lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal yang mudah dicerna, dan lemak yang mengandung asam lemak jenuh yang sulit dicerna. Makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal umumya berasal dari makanan nabati, kecuali minyak kelapa. Makanan sumber asam lemak jenuh umumnya berasal dari hewan.

Konsumsi lemak dan minyak seperti yang dikatakan tadi adalah seperempat dari kebutuhan energi. Bagi kebanyakan penduduk Indonesia khususnya yang tinggal di pedesaan, konsumsi lemak/minyak masih sangat rendah sehingga masih perlu ditingkatkan, sedangkan konsumsi lemak pada penduduk perkotaan sudah harus diwaspadai, karena cenderutn berlebihan. Nah komposisi konsumsi lemak yang idanjurkan adalah 2 bagian makanna yang mendandung sumber lemak nabati dan 1 bagian mengandung sumber lemak hewani.

Gunakan Garam Beryodium.

Garam beryodium adalah garam yang telah diperkaya dengan Kalium Iodat sebanyak 30-80 ppm. Gangguan kekurangan yodium antara lain adalah gondok dan juga kretin (kerdil). Bahkan bila terjadi pada anak-anak maka akan mengalami kesulitan untuk menyelesaikan pendidikan karena mengalami gangguan dalam menyerap pelajaran pendidikan dasar. Angka kejadiannya di negara kita masih tinggi. Oleh karena itu perlu ditumbuhkan kepedulian kita terutama di daerah gondok endemik. Jadi selain mengonsumsi garam yang beryodium setiap hari mereka wajib minum kapsul yodium sesuai dosis yang dianjurkan.

Garam beryodium sebaiknya disimpan di tempat kering dan terhindar dari panas dan sinar matahari.

Makanlah Makanan Sumber Zat Besi .

Zat besi adalah salah satu unsur penting dalam proses pembentukan sel darah merah. Zat besi secara alamiah diperoleh dari makann. Kekurangan zat besi dalam makanan sehari-hari secara berkelanjutan dapat menimbulkan penyakti anemia gizi atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit kurang darah.

Anemia gizi besi terutama banyak diderita oleh wanita hamil, wanita menyusui dan wanita usia subur pada umumnya, karena fungsi kodrati. Peristiwa kodrati wanita adlah haid, hamil, melahirkan dan menyusui yang menyebabkan kebutuhan Fe atau zat besi ini relafir lebih tinggi ketimbang kelompok lain. Kelompok lain yang rawan Anemia Gizi Besi adalah anak balita, anak usia sekolah dan buruh serta tenaga kerja berpenghasilan rendah. Tanda-tanda anemia antara lain pucat, lemah lesu, pusing dan penglihatan sering berkunang-kunang.

Anemia pada ibu hamil akan menambah resiko mendapatkan Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), resiko perdarahan sebelum dan pada saat persalinan dan bahkan dapat menyebabkan kematian ibu dan bayinya. Oleh karena itu pada ibu hamil mendapatkan tablet tambah darah.

Sumber utama zat besi anatara lain bahan pangan hewani, kacang-kacangan serta sayuran yang berwarna hijau tua. Kesulitan utama untuk memenuhi kebutuhan Fe adalah rendahnya tingkat penyerpan zat besi di dalam tubuh, terutama sumber zat besi nabati hanya diserap 1-2%. Sedangkan tingkat penyerapan zat besi makanan asal hewani dapat mencapai 10-20%. Hal ini berarti bahwa zat besi Fe pangan hewani lebih mudah diserap dari pada asal nabati.

Berikan ASI saja pada bayi sampai usia 6 bulan dan tambahkan makanan pendamping ASI sesudahnya

ASI Ekslusif yakni 0-6 bulan. Ada banyak sekali keuntungan ASI jadi jangan disia-siakan. Baiklah kita menginjak pesan berikutnya yakni pesan kedelapan Biasakan Makan Pagi, ini juga pernah kita bahas, bahwa kita harus makan pagi atau sarapan karena hal ini sangat bermanfaat bagi setiap orang. Sekedar mengingatkan manfaat makan pagi, bagi orang dewasa makan pagi dapat memelihar ketahanan fisik, mempertahankan dayua tahan saat bekerja dan meningkatkan produktivitas kerja. Bagi anak sekolah, makan pagi dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan menyerap pelajaran, sehingga prestasi belajar menjadi lebih baik.

Minumlah Air Bersih yang Aman dan Cukup Jumlahnya

Air minum harus bersih dan aman, aman berarti bersih dan bebas kuman. Untuk mendapatkannya, air minum harus didihkan terlebih dahulu. Air berfungsi untuk melancarkan  transprotasi zat gizi dalam tubuh, mengatur keseimbangan cairan dan garam mineral dalam tubuh, mengatur suhu tubuh, dan melancarkan dalam proses buang air besar dan kecil.

Untuk memenuhi fungsi tersebut, cairan yang diukonsumsi orang dewasa, terutama air minum sekurang-kurangnya dua liter atau setara dengan 8 gelas perhari. Selain itu dengan cukup cairan akan mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh dan dapat menurunkan resiko penyakit batu ginjal.

Lakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur.

Aktivitas secara teratur meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot serta memperlambat proses penuaan. Olah raga harus dilakukan secara teratur. Macam dan takaran olah raga berbeda menurut usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan dan kondisi kesehatan.

Pada kalangan eksekutif karena kesibukan kerja maka cenderung memaksa para eksekutif tidak melakukan aktivitas fisik secara teratur dan mengkonsumsi makanan tidak sesuai dengan kebutuhan. Dan pesan yang ke 11 yaitu hindari minum minuman beralkohol. Kebiasaan minum minuman beralkohol dapat mengakibatkan : terhambatnya proses penyerapan zat gizi, hilangnya zat-zat gizi penting, kurang gizi penyakit gangguan hati, dan kerusakan saraf otak dan jaringan selain itu minum minuman beralkohol dapat menyebabkan ketagihan dan kehilangan kendali diri.

Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan.

Makanan yang aman bagi kesehatan makanan yang bebas dari kuman dan bahan kimiaberbahaya serta tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat (halal). Selain itu makanan yang kita makan juga harus bergizi lengkap dan seimbang dan layak dikonsumsi.

Tanda-tanda umum makanan yang tidak aman bagi kesehatan antara lain berlendir, berjamur, aroma dan rasa atau warna makanan berubah. Unutk makanan olahan pabrik bila melewati tanggal kadaluarsa atau terjadi kerusakan pada kemasan. Sebaiknya makanan dengan tanda-tanda tersebut tidak dibeli dan tidak dikonsumsi meskipun harganya sangat murah.

Kita juga perlu mewasapadai bahan tambahan makanan yang berbahaya seperti asam borax, formalin, zat pewarna rhodamin B, methanil yellow yang sering kita jumpai. Penggunaan borax dan formalin menyebabkan makanan tahan lebih lama dan elastis/kenyal. Misalnya tahu tahan lebih dari 2 hari bila dibiarkan pada suhu ruangan.

Bacalah label pada makanan yang dikemas.

Label makanan yang dikemas adalah berisi tentang keterangan isi, jenis, bahan – bahan yang digunakan, susunan zat gizi, tanggal kadaluarsa dan keterangan penting yang lain. Dan pemberian label makanan ini diatur dalam perunda-undangan bahwa setiap produk makanan yang dikemas harus mencantumkan keterangan pada label.

Banyak kita temui singkatan-singkatan pada label makanan dan kita harus tahu kepanjangan dari singkatan-singkatan seperti :

MD      : makanan yang dibuat dalam negri

ML      : makanan import/luar negri

Exp      : tanggal kadaluarsa

SNI     : Standar Nasional Indonesia, yakni keterangan bahwa mutu makanan telah sesuai dengan persyaratan

SP        : Setifikat Penyuluhan

PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI, Pedoman Umum Gizi Seimbang, 2003

RSK Budi Rahayu Blitar, Materi Penyuluhan Gizi Massal (Pastoral Care) tahun 2007

PENTINGNYA GARAM BERYODIUM (materi talkshow)

Posted by Admin On October - 28 - 2010ADD COMMENTS
Sudah dibaca :33498

PENTINGNYA GARAM BERYODIUM

Garam beryodium adalah garam yang telah diperkaya atau telah mengalami fortifikasi dengan KIO3 (Kalium Iodat) sebanyak 30 – 80 ppm. Dan penambahan ini dikarenakan masih tingginya kejadian Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) di Indonesia.

Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) merupakan masalah yang serius seperti gondok, kretin atau kerdil dll. Perlu kita ketahui kekurangan unsur yodium dalam makanan sehari-hari, dapat pula menurunkan tingkat kecerdasan seseorang.

Akibat jangka panjang jika kekurangan yodium mengakibatkan rendahnya kemampuan berpikir anak. Selain itu rendahnya konsumsi yodium berdampak langsung terhadap menurunnya kualitas kesehatan masyarakat yaitu menyebabkan kelahiran mati atau cacat bawaan pada bayi, anak dengan IQ rendah, serta mempercapat penurunan fungsi tubuh seperti cepat pikun, tuli atau buta sebelum usia tua.

Berdasarkan hasil penelitian, orang yang tidak mengonsumsi garam yodium, daya pikirnya akan mengalami penurunan 3,5 persen saat usia 12 tahun. Sejalan dengan bertambahnya usia, 40 tahun ke atas penurunannya mulai tajam yakni 13 persen/tahun.

Untuk antisipasi sejak dini yaitu dihimbau kepada masyarakat untuk menggunakan garam beryodium, apalagi pada saat ini sangatlah mudah mendapatkan garam beryodium.

Untuk memenuhi kebutuhan kita akan yodium dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu selain mengkonsumsi garam yang beryodium setiap hari juga mereka wajib minum kapsul yodium sesuai dosis yang dianjurkan. Dosis pemberian kapsul yodium untuk bayi berumur 0-1 tahun cukup ½ kapsul setiap tahunnya, laki-laki berumur 6-20 tahun cukup dengan 2 kapsul pertahun. Sedangkan untuk ibu hamil dan ibu menyusui konsumsi 1 kapsul dalam satu tahun dan pada wanita usia 6-35 tahun minum 2 kapsul setiap tahunnya.

Konsumsi yodium yang berlebih bisa mengakibatkan hipertiroid yaitu kondisi suatu kelenjar tiroid yang terlalu aktif menghasilkan hormon-hormon tiroid yang beredar dalam darah dalam jumlah yang berlebihan. Didalam garam beryodium terdapat unsur natrium, maka konsumsi garam beryodium pun harus dibatasi. Kelebihan konsumsi natrium dapat memicu timbulnya mudah lelah, karena hormon tiroidnya berlebih, merupakan faktor resiko terjadinya stroke. Gejala lain yang kerap terjadi, keringat berlebihan, pergerakan usus besar meningkat, gemetaran, kehilangan berat badan serta aliran darah menstruasi tidak teratur.

Penggunaan garam beryodium yang dianjurkan yaitu tidak lebih dari 6 gram garam atau 2 ½ gram tiap 1.000 kilo kalori, atau satu sendok teh setiap hari. Tetapi dalam kondisi tertentu, misalnya keringat yang berlebihan maka dianjurkan mengkonsumsi garam sampai 10 gr atau 2 sdt per orang perhari, dianjurkan untuk tetap mengkonsumsi makanan laut yang kaya kandungan

Banyak cara untuik mengetahui ada tidaknya yodium pada garam dapur, yaitu dengan Test Kit Yodina yang banyak tersedia di Puskesmas dan Apotik. Cara untuk mengetes yaitu ambil Ambil garam, kemudian tetesi dengan cairan yodina. Warna yang timbul dibandingkan dengan petunjuk warna yang ada pada kit. Garam yang bermutu baik akan menunjukkan warna biru keunguan. Semakin berwarna tua, semakin baik mutu garam.

Selain menggunakan test kit yodina ada cara yang lebih simpel, gunakan tepung kanji yang dicampur dengan garam lalu teteskan dengan jeruk nipis, jika warnanya berubah menjadi keunguan, itu artinya mengandung yodium.

Ada juga dengan mengunakan singkong parut caranya sebagai berikut : singkong (ubi kayu) segar dikupas, diparut dan diperas tanpa diberi air. Tuang 1 sendok teh perasan singkong parut ke dalam gelas bersih. Tambahkan 4-6 sendok teh munjung garam yang akan diperiksa. Tambahkan 2 sendok teh cuka makan berkadar 25%. Aduk sampai rata, dan tunggu beberapa menit. Apabila timbul warna biru keunguan, berarti garam tersebut mengandung yodium. Semakin berwarna pekat, semakin baik mutu garam. Sebab, garam yang tak beryodium tidak akan mengalami perubahan warna setelah diperiksa dengan cairan yodina maupun cairan singkong parut.

Semakin tua warnanya semakin baik mutunya, tidak ada perlakuan khusus hanya saja Garam beryodium sebaiknya disimpan dalam wadah yang tertutup tidak tembus pandang. Tujuannya untuk melindungi zat yodium agar tidak terpapar dengan matahari. Kandungan yodiumnya bisa menguap jika terpapar dengan matahari. Juga perhatikan tempat garam sebaiknya tutup dengan rapat, jika membiarkan tutup terbuka, maka yodium bisa menguap.

Cara yang biasa dilakukan oleh para ibu ketika memasak makanan garam yang dibubuhkan kedalam makanan saat panas mendidih. Alasannya jika tidak begitu masakan kurang sedap. Namun cara yang sudah dilakukan oleh para ibu-ibu tersebut salah, karena zat yodium garam akan hilang ketika terkena panas mendidih tersebut.

“Sebaiknya masakan itu dibubuhi garam saat hangat-hangat kuku saja sehingga kandungan yodiumnya tetap utuh, kalau membubuhinya saat dingin, boleh saja, itu malah lebih baik tetapi kebanyakan masakan akan terasa kurang sedap selain itu dianjurkan utnuk menjadikan garam beryodium sebagai garam meja.

Hanya untuk informasi bahwa berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Puslitbang Gizi yaitu yodium masih terkandung di dalam makanan yang dibubuhi garam beryodium hanya saja sebagian besar yodium hilang pada proses pemasakan, terutama bila dimasak menggunakan cabe atau ditambahkan cuka.

Memang sulit merubah kebiasaan membubuhnkan garam pada saat memproses makanan. Namun untuk tetap mendapatkan asupan yodium yang cukup masih tetapbisa dilakukan dengan cara lain tanpa harus mengubah perilaku. Caranya yaitu dengan mengkonsumsi makanan laut seperti ikan, kerang, cumi dan rumput laut. Dan keuntungan mengkonsumsi garam beryodium melalui makanan laut adalah elemen yodium tersebut tidak hilang selama proses pemasakan. Selain itu jumlah yang dikonsumsi biasanya juga lebih tinggi sehingga asupan yodium yang didapat juga lebih banyak (bila kita mengkonsumsi 50 gr ikan laut berarti yodium yang masuk setara 100 mikrogram yodium)

Salah satu tahap awal adalah membeli merk tertentu dalam jumlah sedikit atau bungkus kecil saja dulu, untuk dilakukan uji kandungan yodium. Dan ada beberapa tips untuk memilih garam beryodium yaitu sebagai berikut :

  1. Pilihlah garam yang dikemas dan berlabel “Garam Beryodium”
  2. Isi/berat kemasan, kandungan yodium 30-80 ppm, nama produsen
  3. Pilihlah kemasan yang rapi dan tidak rusak
  4. Pilihlah garam yang putih dan kering, tidak lembab atau basah
  5. Hindari memilih garam bata/briket apalagi yang tidak dikemas, kecuali telah anda ujipada setiap bagian
  6. Apabila sudah dilakukan uji terhadap merk tertentu, pembelian selanjutnya tidak memerlukan lagi dilakukan pengujian
  7. Pilihlah kemasan kecil agar penyimpanan di rumah tidak terlalu lama, untuk menghindari proses pelembaban akibat terbukanya kemasan

Berdasarkan temuan yang terbaru yaitu GAKY seperti gondok dan kretin bisa timbul tidak hanya karena akibat kekurangan yodium tetapi banyak faktor seperti polusi udara dan air tanah juga menemukan bahwa gangguan akibat kekurangan yodium juga bisa dipicu oleh pemakaian alat kontrasepsi hormonal seperti implant, pil, dan suntik. Pemakaian alat-alat kontrasepsi semacam ini dapat menekan kadar hormon tiroksin dalam tubuh manusia. Dengan begitu, maka ibu yang menderita gondok diharapkan tidak memakai alat kontrasepsi jenis ini.

Selain polutan dan alat kontrasepsi, gangguan-gangguan akibat kekurangan yodium ini juga bisa terjadi kurang asupan yodium, terlalu banyak mengonsumsi sayuran yang mengandung zat goitrogenik seperti singkong, pete, dan jengkol, serta keberadaan blocking agent dalam tanah. Blocking agent adalah zat-zat tertentu seperti zat besi dan kalsium berlebihan, yang kemudian mengikat yodium dalam air tanah. Sehingga, pada air yang diminum, kadar yodiumnya sangat rendah.

Dahulu GAKY mayoritas diderita oleh masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan dan sekarang kita yang berada di kota juga bisa terkena GAKY. Jadi untuk mengantisipasi timbulnya GAKY masyarakat diwajibkan untuk mengkonsumsi yodium dalam kehidupan sehari-hari

PUSTAKA

Instalasi Gizi, Materi Penyuluhan Gizi Pastoral Care, RSK Budi Rahayu, 2006

Berbagai sumber di internet

Jika pengetahuan dan Alkitab berbeda, pengetahuan itulah yang jelas-jelas salah menafsirkan data. Henry M. Morris -- Ilmuwan