TEMA : TIPS BILA SIKECIL TAK MAU MAKAN
Narasumber : Intan Kusumadiani, AmG (ahli gizi RSK Budi Rahayu Blitar)
Sebagai ibu pasti pusing dan sibuk untuk membujuk anak kita agar mau makan atau bahkan kita sering memaksanya agar mau makan. Salah seorang ahli perkembangan manusia, yaitu Papalia (1995) mengungkapkan bahwa pada usia 0-3 tahun perkembangan fisik dan otak anak berlangsung paling pesat/growth spurt, karena itu tubuh membutuhkan gizi yang banyak, sehingga biasanya anak memiliki nafsu makan yang baik.
Setelah usia 3 tahun, perkembangan tubuh tidak lagi sepesat sebelumnya, kebutuhan tubuh akan makanan menurun dan biasanya diikuti nafsu makan anak yang juga menurun. Oleh karena itu dibutuhkan kreativitas dari orangtua agar anak jangan sampai kekurangan gizi akibat tidak mau makan.
Anak yang sulit makan merupakan bagian dari perkembangan dan proses belajar anak untuk menjadi mandiri. Meskipun banyak orang tua yang khawatir anak mereka yang sulit sekali makan, anak tetap tumbuh dan berkembang dengan sehat dengan makanan yang konsisten setiap hari.
Hal ini bervariasi tergantung dari jenis tiap makanan dan masing-masing anak. Nah harus diingat bahwa dibanding dengan bayi (kurang1 tahun) pertumbuhan anak tahun kedua dan ketiga relatif lebih lambat dan ada hubungannya dengan konsumsi makanan yang lebih sedikit. Jika anak tumbuh normal dan dapat bermain/akivitas sebagaimana anak seusianya, dapat dipastikan bahwa anak tersebut mendapatkan masukan energi yang cukup. Untuk mengimbangi energi yang dibutuhkan untuk aktivitasnya diperlukan makanan yang cukup.
Ada banyak sebab salah satunya yaitu menurut Illingworth (1991), menurut seorang ahli kesehatan anak, mengutarakan beberapa hal-hal yang dapat menjadi penyebab anak tidak mau makan yaitu sebagai berikut :
- Memakan snack diantara jam makan, akibatnya tubuh masih berkecukupan dengan nutrisi yang berasal dari kudapan tersebut, sehingga anak tidak merasa lapar
- Perkembangan ego sang anak, anak menolak makan sebagai manifestasi darti perkembangan sikap mandiri. Anak merasa sebagai individu yang terpisah dari orangtua sehingga menolak bentuk dominasi orangtua.
- Anak ingin mencoba kemampuan yang baru dimilikinya yaitu mencoba makan sendiri tetapi orang tua melarangnya.
- Menu tidak bervariasi sehingga anak merasa bosan dengan makanan yang terhidang atau bentuk makanan tidak menarik
- Anak sedang merasa tidak bahagia, sedih, depresi atau merasa tidak aman/nyaman
- Anak sedang sakit
Setiap anak biasanya mengalami masa sulit makan. Seringkali hal ini membuat orang tua kawatir sang anak kekurangan nutrisi. Sebenarnya, semua anak yang sehat dan normal tidak akan membiarkan dirinya kelaparan. Jadi, jika Anda telah memeriksa anak tidak sedang sakit, tidak sedang tumbuh gigi, tidak ada sariawan/jamur atau gangguan pada pencernaannya, serta anak tetap tampak aktif dan bahagia, maka tak perlu panik menghadapi aksi anak yang satu ini.
Jadi yang perlu dilakukan orangtua pertama kali adalah mencari tahu penyebab anak tidak mau makan. Jika memang tidak ditemukan gangguan fisik seperti di atas, maka penyebabnya adalah masalah psikis.
Seringkali orang tua bertindak keliru dalam mengatasi anak yang sulit makan. Tindakan yang keliru itu antara lain :
- Mengalihkan perhatian anak, misalnya disuapi makan sambil menonton film atau bermain
- Membujuk, misalnya “kalau makanya habis nanti mama bilang sama Papa kalau anak Mama dan Papa pintar lho”
- Memberi janji misalnya kalau makannya habis maka anak akan dibelikan es krim
- Mengancam misalnya kalau makannya tidak habis maka akan disuntik dokter atau ditangkap Pak Polisi
- Memaksa, misalnya anak dipaksa membuka mulut lalu dijejali makanan
- Menghukum, misalnya bila anak tidak mau makan maka akan dipukul
Perlu kita ketahui bahwa dengan mengetahui bahwa nafsu makan anak digerakkan oleh jumlah makanna yang dibutuhkan tubuh, maka orang tua seharusnya menjaga nafsu makan anak dan memastikan bahwa anak mendapatkan kebutuhan tubuhnya. Para ahli psikologi anak sama sekali tidak menyarankan memaksa anak untuk makan apapun penyebabnya, karena semakin dipaksa maka anak akan semakin memberontak.
Contoh gejala dan solusi yang bisa kita lakukan agar nafsu makan anak kembali normal :
1. Mengeluarkan kembali dengan lidahnya
Jika ini dilakukan oleh anak yang baru belajar makan, umur 6 bulan ke atas, kemungkinan disebabkan organ-organ mulutnya belum trampil mengolah makanan atau anak merasa aneh dengan makanan yang relatif baru baginya. Sebaiknya tekstur makanannya diperlembut dan tetap sabar menyuapi.
2. Menyembur
Kemungkinan si kecil sedang mengeksplorasi organ-organ di mulutnya. Jika bayi Anda 8 bulan ke atas, bisa jadi karena makanannya terlalu cair. Anda dapat mengentalkan tekstur makanannya agar tidak disemburkan.
3. Mengulum/menyimpan di mulut dalam waktu lama
Anda bisa merangsang anak agar lebih cepat mengunyah dengan mempertahankan kehangatan makanan. Bisa dengan menyajikannya dalam mangkuk lebih besar berisi air panas/hangat. Atau membagi porsinya menjadi 2, dimana 1/2 porsi dihidangkan sambil 1/2 porsi yang lainnya tetap dihangatkan.
Untuk anak 1 tahun ke atas dapat ditambahkan lauk yang crispy seperti tempe goreng, nugget, perkedel jagung atau mungkin sekedar bawang goreng agar anak terpacu untuk lebih giat menggiling makanan dalam mulutnya.
4. Menutup mulut
Biasanya ini terjadi pada anak usia 10 bulan-2 tahun. Kemungkinan penyebabnya adalah keinginan untuk protes. Cari tahu keinginan anak. Coba turuti jika memungkinkan atau jelaskan alasan jika memang keinginannya tidak dapat dipenuhi. Dengan bahasa kasih dan konsistensi, maka masa ini bisa dilalui dengan baik.
5. Pilih-pilih makanan
Anda bisa mengolah makanan yang tidak disukainya dalam bentuk yang menarik, bentuk yang lembut hingga dapat disamarkan diantara bahan makanan yang lain, atau Anda gabungkan dengan makanan favoritnya.
Selain itu, makanlah makanan yang tidak disukainya itu di hadapannya dengan perasaan gembira dan tunjukkan ekspresi betapa nikmatnya apa yang Anda makan. Lama-lama, si kecil bisa tertarik untuk mencobanya.
Tiap masa anak sulit makan mungkin berbeda-beda cara menanganinya. Masa anak susah makan ini bisa sampai 1-2 bulan. Orangtua memang dituntut untuk sabar, kreatif dan konsisten.
6. Anak sedang sedih dan tidak mau makan
Saat anak sedang sedih, cobalah untuk terlebih dahulu membuat perasaan anak lebih baik, dengan menunjukkan kasih sayang dan mencoba mengerti penyebabnya.
Tips yang lain yang dapat diterapkan oleh orang tua dalam menyajikan makan kepada anak dan juga untuk mengatasi anak yang susah makan:
- Hidangkan menu yang bervariasi
Menu yang bervariasi ini bertujuan agar anak tidak merasa bosan, selain itu mengenalkan kepada anak berbagai bahan makanan yang bergizi, mengenalkan anak pada aneka masakan, dan cita rasa yang berbeda. Variasi bisa dari bahan makanannya, jenis masakannya, teksturnya
Variasi dari bahan makanan misalnya :
- makanan pokok : nasi, mie, bihun, roti dan lain-lain
- lauk hewani: daging, ayam, telur, ikan, olahan daging/ayam/ikan seperti bakso, sosis dan lain-lain
- lauk nabati : tahu, tempe, kacang tanah dan lain-lain
- sayur : kangkung, kacang panjang, brokoli, wortel, bunga kol, bayam dan lain-lain
- buah : pepaya, jeruk, pisang, semangka, apel dan lain-lain
Untuk variasi jenis masakan misalnya
- nasi goreng, mie goreng, mie rebus, nasi putih, bubur ayam dan lain-lain
- daging/ayam/ikan/telur bumbu opor, bumbu kecap, ayam goreng tepung, pepes, dan sebagainya
- sayur bening, sayur asam, sayur bobor, ca sayur, sup sayur dan sebagainya
- Percantik penampilan makanan yang disajikan
Untuk mempercantik penampilan makanan, bisa dari cara memotong bahan makanan, penggunaan garnis atau hiasan pada makanan. Dengan mempercantik penampilan makanan maka diharapkan lebih menarik perhatian anak terhadap makanan.
- Biarkan anak makan sendiri
Kadang sebagai orang tua kita takut rumah kita menjadi kotor, namun sesungguhnya bila anak makan sendiri maka anak akan merasa mampu, semakin mandiri, dipercaya oleh orang tua dan kemampuan motoriknya akan berkembang dengan baik
- Jangan memaksa anak agar makan dengan cepat
Anak yang makannya berlama-lama, tidak perlu diburu-buru. Jika semua sudah selesai makan, meja sudah dibersihkan dan anak masih bermain dengan makanannya maka sebaiknya makanannya disingkirkan. Anak mungkin akan marah, jika hal ini terjadi maka kita tidak perlu berdebat dengan anak atau memarahi anak, berikan perpanjangan waktu yang cukup, jika perpanjangan sudah selesai maka makanan akan ditarik dan tidak diberikan perpanjangan lagi. Dengan demikian anak akan mengerti bahwa ada waktu untuk makan
5. Tidak perlu setiap kali mengikuti keinginan anak dengan mengganti menu sesuai keinginannya, karena mungkin saja ketidaksukaannya disebabkan keinginan menentang dominasi orang tua. Sebaiknya tanamkan kesadaran pada anak bahwa makan adalah tugasnya.
6. Tidak perlu memberikan porsi yang banyak kepada anak sehingga sulit dihabiskan. Lebih baik berikan porsi yang sedang, jika anak merasa kurang, ia boleh minta tambah
7. Jangan berikan snack dekat dengan waktu makan, hal ini akan menyebabkan anak merasa kenyang dan tidak mau makan.
Reaksi orang tua akan menentukan arah dan proses pembelajaran anak terhadap berbagai hal sampai mereka menemukan kesadaran dan tanggung jawab secara internal. Jika reaksi orang tua menguatkan perilaku sulit makan, maka yang terjadi kemudian adalah anak menjadi susah makan, sebalikanya jika reaksi orang tua menguatkan perilaku mudah makan maka anak akan mudah makan.
Bila memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin berkonsultasi gizi, silakan datang ke Poli Gizi Rumah Sakit Katolik Budi Rahayu Blitar jl. Ahmad Yani no 18 Blitar untuk berkonsultasi pada jam dinas yakni 08.00 – 16.00 WIB. Ahli gizi siap membantu anda..
Atau silahkan kunjungi www.budirahayu.com




Thanks untuk infonya.
[Reply]
Makasih infonya, pasti akan sangat bermanfaat buat para ibu-ibu yang sedang mengalami kesulitan karena anaknya susah makan. salam
[Reply]